Seniman dan Solidaritas Bali Tolak Reklamasi

_MG_0116

Sejumlah pelukis-pelukis tak terkenal mendonasikan karyanya untuk penggalian dana gerakan tolak reklamasi, suatu malam minggu pada November lalu di Denpasar.

Salah satunya I Wayan Damai. Pria difabel ini melelang karya lukisanya yang berjudul “Pasar”. Dalam karya realisnya di atas kanvas ini terlihat dua orang, laki dan perempuan berkursi roda berbelanja di pasar. Ada juga gambar toilet dengan undakan yang tak bisa dilalui kursi roda. Keduanya termenung di depan toilet itu. Continue reading Seniman dan Solidaritas Bali Tolak Reklamasi

Perlawanan Luviana

Bercakap dengan Luviana, jurnalis yang dipecat Metro TV karena ingin membuat serikat pekerja. Di masa depan, kita akan teringat pada perjuangan ibu satu anak ini yang melawan keangkuhan industri media.

Ia sudah berpeluh lahir dan batin dengan mendatangi Komnas HAM, Komnas Perempuan, LBH, DPR, menghadapi tekanan pejabat dan rekan sekerja hampir satu tahun ini. Apakah Luviana akan berhasil meminta haknya diperjakan kembali? Bukan pesangon puluhan juta, tapi haknya untuk bekerja sebagai wartawan. Continue reading Perlawanan Luviana

Kondom, Candy, dan Kamu

Sanjay, seorang desainer muda sudah merasakan membuat desain kampanye kondom seperti melatih nalar, mempelajari budaya, dan mengasah kreativitas.

Selama beberapa pekan Ia dan timnya berdiskusi, bertemu dengan aktivis penanggulangan AIDS di Bali untuk menerjemahkan budaya dan perilaku pemakaian kondom. Bagi pria single 🙂 seperti Sanjay Ia tak punya banyak persepsi mengenai kondom. Continue reading Kondom, Candy, dan Kamu

Cerita Air, Kini dan Nanti

“Aku, selalu suka hujan di bulan Desember,” begitu kutipan lirik ERK, band intelek ini. Juga saya, banyak orang, seusai musim panas yang sangat menyengat tahun ini di Bali. Tapi, kata suka mudah berubah jadi panik ketika air hujan masuk rumah.

Maka jadilah, saya mengundang teman yang bisa membuat lubang biopori ke rumah. Dalam waktu satu jam, jadilah dua lubang bipori, kedalaman sekitar 1,5 meter di halaman depan dan belakang. Rumah kami lebih rendah dari jalan, jadi air hujan mudah masuk dan menggenang. Dan, benar saja, satu lubang biopori cukup ampuh meredam luapan air saat hujan deras.

Tak langsung lenyap, tapi airnya masuk secara perlahan ke dalam tanah. Barangkali tak mudah meresap karena bekas-bekas semen ketika membangun rumah di lapisan tanah dan sampah plastic yang mengendap. Continue reading Cerita Air, Kini dan Nanti

Kisah di balik air minumku dan minummu

Satu demi satu warga menyatakan pendapat. Ada yang datar, dan sebagian besar dengan nada emosi. “Tiang taen 2 tiban ten maan yeh. Mangkin tiang takut anak cucu ten maan yeh,” kata Gusti Sujaya, dalam bahasa Bali yang menjadi bahasa pengantar dalam rapat desa. Ia mengingat pengalaman pernah dua tahun tidak dapat air karena sumber air dekat rumahnya kering setelah dibor. Ia tak mau anak cucunya nanti seperti itu lagi di masa depan.

Untuk pertama kali saya mengikuti rapat desa yang menghasilkan keputusan menolak eksplorasi sumur atau pengeboran oleh perusahaan air kemasan di Bali. Diskusi ini berlangsung lebih dari dua jam pada hari Minggu, awal Desember ini di Kabupaten Karangasem. Continue reading Kisah di balik air minumku dan minummu

Jurnalis dan Buruh Perempuan #BeraniMelawan

Dini hari, 11 November, dengan berjingkat saya mengambil laptop agar tak membangunkan Satori, bayi 8 bulan yang selalu seranjang.

Entah kenapa ingin membuka milis ajisaja duluan. Biasanya klik milis baliblogger dulu :}

Benar saja, keheningan subuh tiba-tiba terasa gaduh karena selembar email ajakan ke makam SK Trimurti. Sayangnya ini di Jakarta. Continue reading Jurnalis dan Buruh Perempuan #BeraniMelawan

Keme5raaan 5tahun BBC

desain @sigilahoror
desain @sigilahoror

 

Nabeshima Creative Space (NCS) saya kenal ketika Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar membuat program apresiasi jurnalis budaya bekerja sama dengan Arti Foundation, pendiri tempat itu. Nabeshima, nama yang digunakan juga familiar karena pernah meliput prosesi ngaben untuk almarhum Mari Nabeshima yang meninggal karena demam berdarah.

Saya ingat, kematian Nabeshima ini sangat mengejutkan bagi keluarga, suaminya Kadek Suardana tentu saja, dan seniman serta budayawan yang mengetahui proses kreatif perempuan cantik itu. Saya sendiri baru mengenal profil Nabeshima dari cerita-cerita singkat temannya saat mengikuti acara ngaben. Kematian, sekali lagi menggunakan caranya yang misterius bagi mereka yang dihormati komunitas dan lingkungannya. Continue reading Keme5raaan 5tahun BBC

Melahirkan Satori dalam Hangat Water Birth

Sabtu 11:40 wita

“Ya, sudah sepertiga bu. Kepalanya sudah keluar. Ayo ngeden lagi lihat perutnya,” ucap dr Arya dan sejumlah perawat bergantian. Ada empat perawat perempuan yang kulihat. Satu orang memegang iPod yang sempat kuminta untuk merekam proses ini di sela-sela memburu nafas bukaan 8. 🙂

Air dalam bak masih hangat. Sudah tiga kali aku ngeden tapi dengan napas perut pendek. Tak ada waktu mengatur aliran nafas karena sejak bukaan 6 sampai lengkap hanya berselang beberapa menit. Cepat sekali. Baru saja nyeri akibat pembukaan jalan lahir usai disusul nyeri berikutnya. Tidak ada jeda seperti bukaan awal sampai 5 di ruang UGD.

Continue reading Melahirkan Satori dalam Hangat Water Birth

Adaptasi Multikultur Peranakan China di Bali

foto @gunkparameswara


Alkisah lebih dari 300 tahun lalu, hanya 12 orang penjaga perbatasan keturunan China harus menghadapi seribu prajurit yang ingin menyerang Kerajaan Bangli di perbatasan Buleleng. Selusin prajurit yang setia pada rajanya itu lalu menyalakan banyak lampion di penjuru desa untuk bisa mengamati musuh.

Prajurit lawan malah mengira titik-titik cahaya itu sebagai petanda banyaknya musuh yang harus dihadapi. Mereka takut. Ekspansi wilayah ini kemudian dibatalkan.

Demikian legenda kesetiaan warga etnis China versi generasi ke-4 marga Lie di Dusun Lampu, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli.  Menurut Lie Giok Tian, pria 57 tahun, Ketua Perkumpulan etnis Tionghoa di Lampu ini, ikhwal nama Lampu adalah dari lampion lampion itu. Continue reading Adaptasi Multikultur Peranakan China di Bali

di mana pikiran beristirahat