Category Archives: Blogging

Maaf ya, nanti kita lanjut di kemping blogging saja

Suatu hari di sebuah pos pengungsi Gunung Agung di Denpasar, saya melihat sosok perempuan muda ini. Panggilannya Ita, saya bertanya dengan Dokter Rai yang mengajaknya dan keluarga Rumah Berdaya bakti sosial mengajari pengungsi membuat kerajinan dari koran bekas.

Dok Rai bilang yang mengajarkan Rumah Berdaya membuat bokor, dulang dari koran bekas ya Ita. Saya lihat Ita telaten dengan kondisi punggungnya berbentuk S. Ia duduk miring. Continue reading Maaf ya, nanti kita lanjut di kemping blogging saja

Kenapa Para Indonesian Idol Tak Pilih Lagu Indie?

Saya menghargai Indonesia Idol, di luar tekanan industri hiburannya. Menyaksikan seseorang berupaya sekeras tenaga menunjukkan bakat menyanyinya sudah menghibur. Tidak perlu diisi  bedak tambahan agar dramatik. Tapi ya itu unsur materi visual yang selalu ada di televisi.

kartini, desain sinteshirt by @gungws

Continue reading Kenapa Para Indonesian Idol Tak Pilih Lagu Indie?

Menerima Piala di Makassar dan Manado

Tengah Oktober lalu saya dan Anton di Sulawesi tapi kota yang berseberangan. Utara dan Selatan.

Untungnya hari H selisih semalam, jadi kami tak resah dalam pengurusan anak. Bisa gantian. Dia landing, saya takeoff.

Anton diundang Kementrian Kominfo menerima penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) untuk Sloka Institute sebagai lembaga publik bidang pemberdayaan. Terima kasih ya tim kecil (tak pernah jadi tim besar) Sloka era dulu dan sekarang serta tim Balebengong.net. Continue reading Menerima Piala di Makassar dan Manado

Perlukah Saya ke Ubud Village Jazz Festival?

image: ubudvillagejazzfestival.com
image: ubudvillagejazzfestival.com

Panitia Ubud Village Jazz (UVJ) Festival menantang khalayak. Ini baru event jazz beneran. Banyak festival jazz, tapi bukan jazz.

Gitu katanya. Saya diam aja, wong ndak paham. Tapi mari kita ricek argumen pembuat UVJ yang akan dihelat 12-13 Agustus ini.

“Jazz bukan what tapi how. Bukan lagunya tapi bagaimana improvisasi seluasnya. Bukan tempelan,” kata Yuri Mahatma, salah satu pendiri UVJ dan direktur artistik ini saat temu media di Rumah Sanur. “Musisi tak dibebankan untuk menghibur, silakan mau gila,” lanjutnya. Continue reading Perlukah Saya ke Ubud Village Jazz Festival?

Mengenalkan Kata Produktif untuk Anak

image: mspoweruser.com
image: mspoweruser.com

“Bun, kami sudah ngobrol soal komputer. Kalau dalam satu bulan tidak produktif, komputer mending dijual.”

Si bun terdiam. Kaget. Kememengan dalam basa Bali. Ini ide yang ekstrim.

Saat liburan panjang sekolah lalu, Bani sudah dikenalkan dengan kata ini. Ia bertanya dan kami menjawab artinya. Berproduksi, membuat sesuatu, tak hanya mengonsumsi. Jurnalisme warga banget dah. Hihi… Continue reading Mengenalkan Kata Produktif untuk Anak

Hayooo, pasti kamu yang danai aksi ForBALI

Masak sih kalian mudah percaya siasat penipu? Saya makin jarang  mengikuti timeline Twitter. Sekalinya nengok, ada hastag tipu menipu level rendah memanfaatkan akun-akun palsu yang dijual peternak akun bot, lagi-lagi mengeluarkan jurus siapa mendanai aksi.

Ini bukan kali pertama siasat baper dikerahkan gerombolan berduit. Sampai ada akun-akun anonym yang umurnya panjang untuk tiap saat mencoba mengarahkan topik. Misal, kok tolak reklamasi terus, itu pantai dikapling hotel kok nggak diprotes? Lah, ini sak laut mau dikapling.   Continue reading Hayooo, pasti kamu yang danai aksi ForBALI

#kayuhkepeken

Tengkyu @antonemus sepeda mininya.

Ketika SD saya bermimpi punya sepeda mini. Membayangkan kayuh sepeda mini dengan keranjang berisi tas dan vas bunga jika piket. Trus gonceng temen di belakang. Uh…

Namun yang dapat sepeda kakak pertama saya, sebuah Federal yang hip ketika 90an. Saya tak memimpikan sepeda mini lagi.

Hingga muncullah penampakan sepeda mini biru dwpan kamar saat usia saya beranjak 34 tahun! Kasih semesta. Continue reading #kayuhkepeken

Bloody Valentine Bali Blogger yang paling mesepuk

bloodyval2016-tanpa logo

Saya sudah berkali-kali menyampaikan terima kasih soal Bloody Valentine 2016 ini di medsos pada para panitia, pengisi acara, dan komunitas serta gerakan yang super greget. Biar lengkap, mari cemplungin di blog. Biar bisa jawa kalau ada kaos Bali Blogger Community (BBC) hilir mudik dengan pertanyaannya, “Masih Ngblog?”

Tahu arti kata basa Bali mesepuk? Nah itulah yang terjadi di BloodyVal 28 Februari lalu. Karena melibatkan banyak pihak, banyak acara, beragam tujuan.

Dimulai dari ngorte kangin kauh di gudang Sloka Institute sama beberapa komunitas untuk memperkenalkan Bali Blogger sekalian ngajak daftar 🙂 Maklum anak-anak BBC sebagian besar sudah bangkotan, perlu digebrak sama darah muda. Perlu disebutkan gak, siapa yang yang masuk daftar lansia ini?  Continue reading Bloody Valentine Bali Blogger yang paling mesepuk

Negara mau larang jual beli alat kontrasepsi?

https://www.facebook.com/luhputu.aridewiyanti/videos/10205037470876789/?pnref=story

blog-foto kisara
foto: fb konseling kisara

Mendapat 2 surel soal 2 rancangan undang-undang (RUU) yang saling terkait namun bertolak belakang semangatnya.

Dari Kisara Bali, lembaga pemberdayaan remaja ini mengirim protesnya tentang bagian dari isi revisi RUU KUHP yang akan mengkriminalisasi alat kontrasepsi.

Pasal 481 rancangan KUHP berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak secara terang-terangan mempertunjukkan suatu alat untuk mencegah kehamilan, secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan atau secara terang-terangan dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta, menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan tersebut, dipidana dengan pidana denda paling banyak sesuai kategori I”. Continue reading Negara mau larang jual beli alat kontrasepsi?