Jurnalis dan Buruh Perempuan #BeraniMelawan




Dini hari, 11 November, dengan berjingkat saya mengambil laptop agar tak membangunkan Satori, bayi 8 bulan yang selalu seranjang.

Entah kenapa ingin membuka milis ajisaja duluan. Biasanya klik milis baliblogger dulu :}

Benar saja, keheningan subuh tiba-tiba terasa gaduh karena selembar email ajakan ke makam SK Trimurti. Sayangnya ini di Jakarta.

Berikut kutipan ajakan itu. Sekalian mengenalkan sosok Trimurti yang namanya kini diabadikan jadi ajang penghargaan untuk jurnalis.

Soerastri Karma Trimurti atau SK Trimurti adalah seorang aktivis buruh, aktivis perempuan, dan  jurnalis perempuan tiga zaman. Ia kemudian menjadi menteri perburuhan pertama di Indonesia. Semangat hidupnya memperjuangkan para buruh perempuan menginspirasi sepanjang jaman.

Pada awalnya SK Trimurti menjadi anggota  Perkumpulan Rukun Wanita. Dia mulai aktif membaca dan rajin mengikuti perkembangan gerakan kemerdekaan. Akhirnya, Trimurti memutuskan berhenti menjadi guru dan mengabdikan diri menjadi aktivis kemerdekaan: dia menjadi anggota Partai Indonesia (Partindo).

Di kalangan buruh SK Trimurti banyak memperjuangkan isu-isu perempuan buruh seperti: kesehatan reproduksi buruh perempuan, persamaan upah dan tunjangan antara laki-laki dan perempuan, jam kerja untuk perempuan. Isu perempuan yang dikedepankan, SK Trimurti  berjuang melawan poligami, pernikahan dini dan kesehatan reproduksi.

Ketika menjadi jurnalis, Melihat dedikasi dan semangatnya, Bung Karno meminta Trimurti menjadi Pemimpin  Redaksi majalah Pikiran Rakyat. Majalah ini secara khusus menyebarluaskan gagasan bahwa kaum perempuan Indonesia akan dapat meraih nasib baik hanya di dalam suatu masyarakat yang merdeka, adil dan makmur. Ia kemudian juga menerbitkan majalah untuk buruh dan perempuan: berita gerwani dan Api Kartini. untuk perjuangan kemerdekaan, Trimurti mendirikan media: Bedug dan Terompet.

Selain aktif sebagai wartawati, Trimurti juga sibuk berorganisasi. Dia bergabung dengan perkumpulan Mardi Wanita, yang berganti nama menjadi Persatuan Marhaeni Indonesia dan kemudian aktif di Gerwis (Gerakan Wanita Sedar) organisasi yang kemudian berubah namanya menjadi Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia).

Pada usia 25 tahun, Trimurti dipenjara untuk pertamakalinya. Pasalnya, Trimurti  menyebarkan pamflet anti-imperialisme dan anti-kapitalisme yang berisi informasi tentang ketidakadilan Belanda. Selama sembilan bulan, dia mendekam di Penjara Bulu, Semarang.

Dalam perjuangannya ini, kemudian Trimurti diangkat menjadi menteri perburuhan pertama di Indonesia. Berkat perannya itu, SK Trimurti selalu dikenang sebagai buruh, tokoh perempuan dan jurnalis perempuan yang berperan penting meletakkan landasan di negeri ini.

Kami yang tergabung dalam Sovi (Solidaritas perempuan untuk Luviana) merayakan hari pahlawan 10 november 2012 dalam bentuk Ziarah ke makam SK Trimurti sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi: SK Trimurti dan kepada para buruh perempuan di Indonesia.

Selain itu kami kemudian juga mengeluarkan Kobar (Komik selembar untuk Buruh Perempuan) yang kami bagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan. Kobar kami buat untuk menyemangati para buruh perempuan Indonesia yang berjuang untuk menuntaskan kasusnya. Penyebaran ke masyarakat ini kami lakukan agar masyarakat mengenal para pahlawan bagi para buruh perempuan Indonesia.

Hidup SK Trimurti dan buruh Perempuan Indonesia!!!

Cukup membuat adrenalin naik. Sovi ini adalah #BeraniMelawan decade ini. Belum pernah saya merasakan gerakan solid jurnalis dan buruh, untuk kasus perlawanan jurnalis perempuan. Luviana adalah jurnalis senior di MetroTV.

Ia dipecat karena memperjuangkan adanya serikat pekerja di sana. Di balik sosoknya yang kalem dan tenang, Luvi berdarah dingin menghadapi tekanan rekan kerja, bos, dan kini terus melawan ketidakadilan yang diterimanya. Sesuatu yang tidak mungkin bisa aku lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *