Category Archives: Blogging

Kasti lagi

foto via @BaleBengong
foto via @BaleBengong

Kelas Asik Teknologi Informasi (Kasti) Bali Blogger Community (BBC), @Balebengong dan @SlokaInstitute akhirnya muncul lagi. Setelah mangkrak sekitar 2 tahun?

Sedang berlangsung di @Kumpulco, sebuah co-working space anyar di Sanur. Dua PNS berbagi gaya ngblog. Bli @pandebaik ternyata biasanya bikin 3 postingan dari satu peristiwa. Whattt? “Biasanya tulisan pertama tentang suasana, acaranya, lalu hal yang ditanyakan orang misalnya tips atau tutorial,” kata pria PNS Cipta Karya (dulunya Bina Marga) Kabupaten Badung ini kalem. Continue reading Kasti lagi

Galau Sabtu

Oh Sabtu. Ini saatnya menggalau?

Galau tak hanya untuk paramuda. Ibunya Bani dan Satori ini juga sering. Tiap hari. Malah sering di jalan raya, saat naik motor di tengah pikuk Denpasar. Gak terhitung mestinya belok kanan, eh lurus. Harus muter deh.

break bentar, memori melepas masa lajang hampir 10 thn lalu. publikasi perdana di blog ini. hihi. dipotrek antara lukman atau ardiles rante :)
break bentar, memori melepas masa lajang hampir 10 thn lalu. publikasi perdana di blog ini. hihi. dipotrek antara lukman atau ardiles rante 🙂

Tepatnya sih menghayal. Menambah bank ide. Bank di pikiran yang terus meningkat saldonya, bertumpuk menerima sampah yang sangat sedikit didaur ulang jadi aksi. Saking seringnya meracau dengan mahluk dalam kepala.

Di jalan saja menghayal apalagi di tempat tidur. *di frekuensi 101,2 FM sedang ada mba raiso yg nyanyik bergetar-getar, ini mbaknya kok sebegitu terkenal ya padahal lagu dan cara nyanyinya biasa aja* Continue reading Galau Sabtu

Penyanyi rupawan sudah gak zaman

foto fb dialog dini hari
foto fb dialog dini hari

 

Selamat tinggal biduan rupawan. Era kini adalah mereka yang bernyanyi dan mencipta lagu dengan jujur, ya anggap saja demikian.

Muhammad Istiqomah Djamad (Is), Dadang S. Pranoto (Dankie), Muhammad Tulus Rusydi (Tulus). Ketiganya saya tonton baru-baru ini di Denpasar.

Konser Tulus di kampus Unud dipadati sebagian besar remaja dan mahasiswa. Remaja usia SMP dan SMA cukup banyak. Beberapa berperawakan gemuk, pipi chubby, dan kemeja kerah dikancing sampai habis. Continue reading Penyanyi rupawan sudah gak zaman

Curhat di Penggorengan Lapas

IMG_2804

Maret 2014. Selesai dari sini aku akan pulang. Sesampai di rumah aku kan tidur.

Itu adalah penggalan karya E, puisi pendek dalam ebook yang dipamerkan di Pameran Kreatif Bersuara oleh napi anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak di Karangasem, pada Rabu (14/5) lalu. Kalimat yang sederhana sekaligus tajam. Pulang dan tidur yang nyaman di rumah sendiri. Itu pasti paling dinanti dari perjalanan hampir 30 anak yang masih dipenjara saat itu.

Dalam ebook ini ada 50 karya esai, puisi, dan lirik lagu yang dibuat dalam Lapas. Sebagian karya yang dibuat sejak akhir tahun lalu, setelah mereka mendapatkan sebuah buku tulis dari tim Yayasan Seni Sana Sini/OneDollarforMusic  yang memfasilitasi program Kreatif Bersuara ini. Beberapa orang anak kemudian dipilih temannya untuk menyeleksi karya yang akan ditampilkan dalam pameran ini.  Continue reading Curhat di Penggorengan Lapas

Apa transformasi BBC selama 7 tahun?

blog-BBC7tahun1
foto2 @15june

Apa tranformasi selama 7 tahun Bali Blogger Community ini? Tentu saja, banyak pasangan menikah lalu punya anak. Bahkan sebagian sudah menuju anak ke-2. Juga tak sedikit pasangan yang putus.

Mama Aqira yang desainer itu bahkan membuat logo Baby Blogger Community. Karena saking beranak pinaknya, sudah bisa buat tim sepak bola.

Anak generasi pertama ada Aqira, Achi, Ran, Amura, Ryu, Bani, Gending, Bayu, Galang, Rindra, Davin, Mirah, dan lainnya. Lalu generasi ke dua dan calon bayi ada Satori, Tara, Ayunda. Generasi ke tiga juga ada, anaknya @blogdokter. Si Abi yang montok baru bisa merangkak.

blog-BBC7tahun

Dulu bahan ngobrol kalau kumpul seperti ngoprek blog, komentar blog, kopdar dengan komunitas blog lain, dan bikin kaos. Sekarang, kecuali jomblo dan sejenisnya, pasti anak. Sebagian memang sudah tak aktif ngblog. Lebih riang di socmed atau grup chatting.

Tapi, sisa-sisa manfaat ngblog sangat terasa. Misal, untuk perempuan, mereka skeptis pada informasi kepengasuhan. Misalnya paham mencari informasi tentang menyusui, mencari dokter anak, dan pemasaran produk online bagi yang berbisnis.

Tentang kehebatan momi-momi blogger ini berbisnis pernah saya catat sekilas di sini. Continue reading Apa transformasi BBC selama 7 tahun?

Makanan lokal di pusat keramaian turis

IMG_2677

Camilan dan jajanan lokal adalah salah satu buruan saya kalau ke luar kota. Jika repot mencari di pusat kota atau jalanan, maka saya pergi ke pasar tradisional. Nah, sayangnya pasar ini biasanya baru buka pagi sekali dan tutup sore hari. Padahal, break atau rehat dari pertemuan atau diskusi ya pasti petang sampai malam hari. Di mana mencari jajanan lokal ini?

Mari kita bandingkan di Denpasar, Makassar serta Jakarta. Tiga kota besar yang mirip dari segi semerawut dan landmark pesisirnya. Bulan lalu saya ke Makassar lagi. Hanya menginap dua hari satu malam di salah satu hotel di kota tersebut. Maklum, masih punya anak di bawah tiga tahun, jadi bawaannya masih klangenan.

Makassar malam hari? Salah satu tujuannya pasti Losari. Di sini memang ada deretan pedagang kaki lima kuliner lokal macam pisang epe, minuman hangat saraba’, dan lainnya. Pisang epe ini pisang muda yang dibakar sebentar trus digeprak dengan kayu agar jadi gepeng. Lalu dilumuri topping manis aneka varian.

Di Jakarta, kata teman saya yang belum lama berkunjung ke sana jajanan seperti ini ada juga, yaitu pisang yang dibakar dan nantinya dikasih topping aneka rasa, baik manis dan pedas. Dari segi jajanan, Jakarta ini memang tidak terlalu bervariasi seperti Bandung, tetapi ada pusat-pusat yang memang khusus menjajakannya. Sebut saja area Pasar Baru, tempat yang menjual aneka produk ini menjajakan berbagai kebutuhan, termasuk kuliner. Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk para turis yang berkunjung ke Jakarta, seperti Busway, penginapan dan hotel-hotel murah di Jakarta. Jadi sekilas ada kemiripan kuliner antara satu kota dengan kota lainnya di Indonesia ini, walaupun memang beda nama dan cara penyajiannya.

Bagaimana kalau di Bali? Nah ini, lebih ruwet menemukan pusat penganan lokal pada malam hari. Mari kita coba telusuri. Salah satu pusat makanan malam hari adalah pasar senggol. Memang jauh berbeda dengan duduk di pantai sambil santai. Di pasar senggol, tempat berhimpitan, nyenggol sana sini, dan bising.

Tapi ada beberapa pasar senggol yang relatif lebih lapang, seperti pasar Senggol Tabanan, Gianyar, dan Bangli. Semuanya di luar kota Denpasar. Biasanya penganan lokal yang ada Jaje Bali, Jukut Serombotan, dan Es Campur. Kalau di Denpasar, salah satu teramai di Kreneng. Sumpek dan kurang banyak varian penganan lokalnya.

Pernah membayangkan, di Denpasar ada satu kawasan yang bisa jadi lokasi tempat ngongkrong khususnya penganan lokal di malam hari. Bisa di lapangan timur Lapangan Renon atau Lapangan Puputan Badung. Beri mereka tempat, buat mekanisme penataan dan sanitasinya. Di dua kawasan pusat kota dan ramai ini yang bisanya terlihat malah Satpol PP yang mengejar-ngejar pedagang kaki lima agar tak berjualan di lapangan.

Denpasar juga tiap tahun membuat banyak festival dan beri stan untuk beberapa penganan lokal. Tapi ini cuma beberapa hari dan sifatnya seremonial. Seolah hanya pajangan. Tidak untuk dukungan berkelanjutan. Apalah artinya keliling nusantara tanpa menikmati kuliner lokalnya? Apalagi sambil nongkrong malam hari dan cuci mata.

 

Kicau #bani

Untuk bunda

Ceritcropped-bunda-bani-blog.jpga ulang tahun yang terlupakan

Hari Selasa sore itu sedang mandi. Oh ya, namaku Bani. Aku cepat sekali lupa ulang tahun orang tuaku. Aku Cuma ingat ulang tahunku saja dan kepentinganku. Seperti PR, sekolah, dan kebutuhan manusia (maksudnya pokok).

Ya, manusia itu kan juga suka lupa. Tapi cerita ini baru permulaan saja. Seperti bumi.

*banyak gambar, globe, kue ultah, lilin*

(page 1 of 3)

Episode dihipnotis

Saat hari Senin aku sedang di sekolah. Aku piket. Saat sudah selesai, aku melihat bundaku menunggu lama sekali. Saat pulang, aku mandi dan bundaku bilang, “Bani, ingat ulang tahun bunda?” Aku bilang aku tidak tahu. Continue reading Kicau #bani

Musik berkisah di beranda rumah

Pukul 6 pagi. Alarm hape jadul mencicit. Biasanya yang sudah bangun duluan Anton. Dia kerap bangun dini hari untuk buka laptop, tapi kalau tidurnya lebih awal maksimal pukul 9 lah.

Menjerang air, seduh kopi. Kemudian Bani bangun, dan terakhir Satori. Nah, si adik ini juga biasanya mencicit usai terjaga. Menangis, seperti orang kepupungan.

Saatnya hidupin tape. Selama beberapa bulan terakhir ini, tiga pemutar keeping CD dalam satu tape ini memutar Dialog Dini Hari/DDH (Tentang Rumahku), Tulus (Gajah), Pygmos (Kabar dari Hutan), Navicula (love Bomb), terakhir Nosstress (Perpektif Bodoh II). Selain Tulus, lainnya musisi indie Bali. Continue reading Musik berkisah di beranda rumah

Kenangan pada Sri dan Mimpi Boneka Jari

Senin (25/8) sore ini saya menelpon ke rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker (YKAK) Bali. Ibu Rahayu, pengurus yayasan sedang tidak ada. Lalu saya berbincang dengan bu Emmy, kepala sekolah Sekolahku, program belajar semacam homeschooling di yayasan ini.

Saya ingin minta pendapat mereka mengenai keinginan untuk mengadvokasi kampanye pengadaan pelayanan kesehatan untuk pasien kanker di Lombok. Karena destinasi wisata yg konon internasional ini paling banyak menjadi tempat tinggal pasien kanker anak yang harus ke Bali, terancam putus sekolah karena lamanya proses pengobatan.

Lalu, kabar duka disampaikan, Sri, anak perempuan yang kami lihat sebentar di Sal Pudak RSUP Sanglah saat acara Merdeka dan Mandiri dengan Boneka Jari ini sudah meninggal. Saat itu, ibunya terlihat menangis sambil menunggui Sri yang terlihat sangat kesakitan. Intan membawakan boneka setelah mendapat izin perawat. Ia meninggal sore itu, sesaat setelah kami baru berkunjung ke rumah singgah YKAK, tempat tinggal sementara Sri.

Saya mengenalnya sebentar. Ketika pertama kali berkunjung ke Sekolahku, dan ini dia ulasan serta memori pada Sri. Ia akan bergabung di tembok foto “in memoriam” bersama temannya. Setelah berjuang dengan sangat keras melawan kanker.

 

===================================

Agar anak dengan kanker tak putus sekolah

Sejumlah anak dengan kanker yang harus menjalani perawatan panjang beruntung tak harus putus sekolah. Kini ada program Sekolahku, dibuat Yayasan Kasih Anak Kanker (YKAK) Bali setahunan ini.

Laily, anak perempuan ini baru saja ikut ujian nasional tingkat sekolah dasar di sekolahnya di Lombok Timur. Ia ke Lombok hanya untuk ikut ujian kelulusan ini beberapa hari karena tak pernah masuk sekolah seperti temannya. Continue reading Kenangan pada Sri dan Mimpi Boneka Jari