Negara mau larang jual beli alat kontrasepsi?

https://www.facebook.com/luhputu.aridewiyanti/videos/10205037470876789/?pnref=story

blog-foto kisara
foto: fb konseling kisara

Mendapat 2 surel soal 2 rancangan undang-undang (RUU) yang saling terkait namun bertolak belakang semangatnya.

Dari Kisara Bali, lembaga pemberdayaan remaja ini mengirim protesnya tentang bagian dari isi revisi RUU KUHP yang akan mengkriminalisasi alat kontrasepsi.

Pasal 481 rancangan KUHP berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak secara terang-terangan mempertunjukkan suatu alat untuk mencegah kehamilan, secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan atau secara terang-terangan dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta, menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan tersebut, dipidana dengan pidana denda paling banyak sesuai kategori I”. Continue reading Negara mau larang jual beli alat kontrasepsi?

#AmedSingMedMed

image

Seperti bulan lalu, gelisah jelang hari pembukaan kelas perdana jurnalisme warga. Selalu terjadi selama 5 tahun ini.

Halnya ketika akan memulai kelas jurnalisme warga #NyegaraGunung di Desa Purwa Kerthi yang lebih dikenal dengan kawasan Amed ini.

Gelisah dipicu banyak hal terutama sih karena jarak jauh. Takut kurang waktu untuk mempersiapkan tempat. Kelas ke Timur Bali ini perlu 3 jam berkendara dari Denpasar. Continue reading #AmedSingMedMed

#tulambenmacangersang

image

Masih berasa antara takjub dan aneh dengan pilihan tagline para pewarta warga desa Tulamben ini. Eh, kalian tahu atau pernah dengar nama desa ini kan.

Biar tak makin takjub karena ada yang mention @BaleBengong dan bilang Bali Timur itu kurang peradaban karena seolah tak ada yang update tentang Karangasem di socmed.

image

Balik ke macan gersang. Kata-kata ini tetiba dilontarkan beberapa peserta kelas jurnalisme warga @slokainstitute dan CI Indonesia saat merancang materi kampanye.
Apa itu? Tulamben manis, cantik, dan merangsang.

Ternyata akronim macan gersang sering dipakai oleh warga desa ini sebelumnya. Cocok sih, karena berada di antara Gunung Agung dan Selat Lombok membuat kamu terangsang.

Secara harfiah, iya gersang. Tapi merangsang. Pokokne #melali malu ke timur Bali mare dadi ngomong soal peradaban.

Temukan geng pewarta macan gersang ini di fb group: Tulamben Macan Gersang. Termasuk untuk rekomendasi guide lokal, rekomen kuliner, pemandu selam, dan diskon alat snorkeling sampai penginapan.

Di grup anyar ini ada guru, pelajar, jero mangku, pemandu selam, pekerja BUMDes, anak ibu dagang warung Putu langganan makan siang kelas ini, dan lainnya. Pokoknya desa boleh gersang tapi menenangkan.

Kasti lagi

foto via @BaleBengong
foto via @BaleBengong

Kelas Asik Teknologi Informasi (Kasti) Bali Blogger Community (BBC), @Balebengong dan @SlokaInstitute akhirnya muncul lagi. Setelah mangkrak sekitar 2 tahun?

Sedang berlangsung di @Kumpulco, sebuah co-working space anyar di Sanur. Dua PNS berbagi gaya ngblog. Bli @pandebaik ternyata biasanya bikin 3 postingan dari satu peristiwa. Whattt? “Biasanya tulisan pertama tentang suasana, acaranya, lalu hal yang ditanyakan orang misalnya tips atau tutorial,” kata pria PNS Cipta Karya (dulunya Bina Marga) Kabupaten Badung ini kalem. Continue reading Kasti lagi

Galau Sabtu

Oh Sabtu. Ini saatnya menggalau?

Galau tak hanya untuk paramuda. Ibunya Bani dan Satori ini juga sering. Tiap hari. Malah sering di jalan raya, saat naik motor di tengah pikuk Denpasar. Gak terhitung mestinya belok kanan, eh lurus. Harus muter deh.

break bentar, memori melepas masa lajang hampir 10 thn lalu. publikasi perdana di blog ini. hihi. dipotrek antara lukman atau ardiles rante :)
break bentar, memori melepas masa lajang hampir 10 thn lalu. publikasi perdana di blog ini. hihi. dipotrek antara lukman atau ardiles rante 🙂

Tepatnya sih menghayal. Menambah bank ide. Bank di pikiran yang terus meningkat saldonya, bertumpuk menerima sampah yang sangat sedikit didaur ulang jadi aksi. Saking seringnya meracau dengan mahluk dalam kepala.

Di jalan saja menghayal apalagi di tempat tidur. *di frekuensi 101,2 FM sedang ada mba raiso yg nyanyik bergetar-getar, ini mbaknya kok sebegitu terkenal ya padahal lagu dan cara nyanyinya biasa aja* Continue reading Galau Sabtu

Penyanyi rupawan sudah gak zaman

foto fb dialog dini hari
foto fb dialog dini hari

 

Selamat tinggal biduan rupawan. Era kini adalah mereka yang bernyanyi dan mencipta lagu dengan jujur, ya anggap saja demikian.

Muhammad Istiqomah Djamad (Is), Dadang S. Pranoto (Dankie), Muhammad Tulus Rusydi (Tulus). Ketiganya saya tonton baru-baru ini di Denpasar.

Konser Tulus di kampus Unud dipadati sebagian besar remaja dan mahasiswa. Remaja usia SMP dan SMA cukup banyak. Beberapa berperawakan gemuk, pipi chubby, dan kemeja kerah dikancing sampai habis. Continue reading Penyanyi rupawan sudah gak zaman

Curhat di Penggorengan Lapas

IMG_2804

Maret 2014. Selesai dari sini aku akan pulang. Sesampai di rumah aku kan tidur.

Itu adalah penggalan karya E, puisi pendek dalam ebook yang dipamerkan di Pameran Kreatif Bersuara oleh napi anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak di Karangasem, pada Rabu (14/5) lalu. Kalimat yang sederhana sekaligus tajam. Pulang dan tidur yang nyaman di rumah sendiri. Itu pasti paling dinanti dari perjalanan hampir 30 anak yang masih dipenjara saat itu.

Dalam ebook ini ada 50 karya esai, puisi, dan lirik lagu yang dibuat dalam Lapas. Sebagian karya yang dibuat sejak akhir tahun lalu, setelah mereka mendapatkan sebuah buku tulis dari tim Yayasan Seni Sana Sini/OneDollarforMusic  yang memfasilitasi program Kreatif Bersuara ini. Beberapa orang anak kemudian dipilih temannya untuk menyeleksi karya yang akan ditampilkan dalam pameran ini.  Continue reading Curhat di Penggorengan Lapas

Apa transformasi BBC selama 7 tahun?

blog-BBC7tahun1
foto2 @15june

Apa tranformasi selama 7 tahun Bali Blogger Community ini? Tentu saja, banyak pasangan menikah lalu punya anak. Bahkan sebagian sudah menuju anak ke-2. Juga tak sedikit pasangan yang putus.

Mama Aqira yang desainer itu bahkan membuat logo Baby Blogger Community. Karena saking beranak pinaknya, sudah bisa buat tim sepak bola.

Anak generasi pertama ada Aqira, Achi, Ran, Amura, Ryu, Bani, Gending, Bayu, Galang, Rindra, Davin, Mirah, dan lainnya. Lalu generasi ke dua dan calon bayi ada Satori, Tara, Ayunda. Generasi ke tiga juga ada, anaknya @blogdokter. Si Abi yang montok baru bisa merangkak.

blog-BBC7tahun

Dulu bahan ngobrol kalau kumpul seperti ngoprek blog, komentar blog, kopdar dengan komunitas blog lain, dan bikin kaos. Sekarang, kecuali jomblo dan sejenisnya, pasti anak. Sebagian memang sudah tak aktif ngblog. Lebih riang di socmed atau grup chatting.

Tapi, sisa-sisa manfaat ngblog sangat terasa. Misal, untuk perempuan, mereka skeptis pada informasi kepengasuhan. Misalnya paham mencari informasi tentang menyusui, mencari dokter anak, dan pemasaran produk online bagi yang berbisnis.

Tentang kehebatan momi-momi blogger ini berbisnis pernah saya catat sekilas di sini. Continue reading Apa transformasi BBC selama 7 tahun?

Makanan lokal di pusat keramaian turis

IMG_2677

Camilan dan jajanan lokal adalah salah satu buruan saya kalau ke luar kota. Jika repot mencari di pusat kota atau jalanan, maka saya pergi ke pasar tradisional. Nah, sayangnya pasar ini biasanya baru buka pagi sekali dan tutup sore hari. Padahal, break atau rehat dari pertemuan atau diskusi ya pasti petang sampai malam hari. Di mana mencari jajanan lokal ini?

Mari kita bandingkan di Denpasar, Makassar serta Jakarta. Tiga kota besar yang mirip dari segi semerawut dan landmark pesisirnya. Bulan lalu saya ke Makassar lagi. Hanya menginap dua hari satu malam di salah satu hotel di kota tersebut. Maklum, masih punya anak di bawah tiga tahun, jadi bawaannya masih klangenan.

Makassar malam hari? Salah satu tujuannya pasti Losari. Di sini memang ada deretan pedagang kaki lima kuliner lokal macam pisang epe, minuman hangat saraba’, dan lainnya. Pisang epe ini pisang muda yang dibakar sebentar trus digeprak dengan kayu agar jadi gepeng. Lalu dilumuri topping manis aneka varian.

Di Jakarta, kata teman saya yang belum lama berkunjung ke sana jajanan seperti ini ada juga, yaitu pisang yang dibakar dan nantinya dikasih topping aneka rasa, baik manis dan pedas. Dari segi jajanan, Jakarta ini memang tidak terlalu bervariasi seperti Bandung, tetapi ada pusat-pusat yang memang khusus menjajakannya. Sebut saja area Pasar Baru, tempat yang menjual aneka produk ini menjajakan berbagai kebutuhan, termasuk kuliner. Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk para turis yang berkunjung ke Jakarta, seperti Busway, penginapan dan hotel-hotel murah di Jakarta. Jadi sekilas ada kemiripan kuliner antara satu kota dengan kota lainnya di Indonesia ini, walaupun memang beda nama dan cara penyajiannya.

Bagaimana kalau di Bali? Nah ini, lebih ruwet menemukan pusat penganan lokal pada malam hari. Mari kita coba telusuri. Salah satu pusat makanan malam hari adalah pasar senggol. Memang jauh berbeda dengan duduk di pantai sambil santai. Di pasar senggol, tempat berhimpitan, nyenggol sana sini, dan bising.

Tapi ada beberapa pasar senggol yang relatif lebih lapang, seperti pasar Senggol Tabanan, Gianyar, dan Bangli. Semuanya di luar kota Denpasar. Biasanya penganan lokal yang ada Jaje Bali, Jukut Serombotan, dan Es Campur. Kalau di Denpasar, salah satu teramai di Kreneng. Sumpek dan kurang banyak varian penganan lokalnya.

Pernah membayangkan, di Denpasar ada satu kawasan yang bisa jadi lokasi tempat ngongkrong khususnya penganan lokal di malam hari. Bisa di lapangan timur Lapangan Renon atau Lapangan Puputan Badung. Beri mereka tempat, buat mekanisme penataan dan sanitasinya. Di dua kawasan pusat kota dan ramai ini yang bisanya terlihat malah Satpol PP yang mengejar-ngejar pedagang kaki lima agar tak berjualan di lapangan.

Denpasar juga tiap tahun membuat banyak festival dan beri stan untuk beberapa penganan lokal. Tapi ini cuma beberapa hari dan sifatnya seremonial. Seolah hanya pajangan. Tidak untuk dukungan berkelanjutan. Apalah artinya keliling nusantara tanpa menikmati kuliner lokalnya? Apalagi sambil nongkrong malam hari dan cuci mata.

 

di mana pikiran beristirahat