Category Archives: Lingkungan

Kisah di balik air minumku dan minummu

Satu demi satu warga menyatakan pendapat. Ada yang datar, dan sebagian besar dengan nada emosi. “Tiang taen 2 tiban ten maan yeh. Mangkin tiang takut anak cucu ten maan yeh,” kata Gusti Sujaya, dalam bahasa Bali yang menjadi bahasa pengantar dalam rapat desa. Ia mengingat pengalaman pernah dua tahun tidak dapat air karena sumber air dekat rumahnya kering setelah dibor. Ia tak mau anak cucunya nanti seperti itu lagi di masa depan.

Untuk pertama kali saya mengikuti rapat desa yang menghasilkan keputusan menolak eksplorasi sumur atau pengeboran oleh perusahaan air kemasan di Bali. Diskusi ini berlangsung lebih dari dua jam pada hari Minggu, awal Desember ini di Kabupaten Karangasem. Continue reading Kisah di balik air minumku dan minummu

Kotaku Ramah (Sesaat)

tukad badung yg membelah pasar badung-kumbasari

Ribuan warga berkumpul di nol kilometer Kota Denpasar, merayakan akhir tahun 2010 dengan menikmati kenangan akan kota yang kini makin padat penduduk ini. Warga berharap kota Denpasar yang lebih baik tahun ini.

Sejumlah warga terlihat tertegun dan kadang tertawa menikmati potongan-potongan gambar yang direkam oleh beberapa komunitas fotografer di Denpasar.

Seorang perempuan pedagang canang yang bengong menunggu pembeli. Si pedagang canang menyandar di tembok bangunan tua yang masih sedikit tersisa di kawasan heritage Jalan Gajah Mada. Potret ini dibingkai dalam wadah kaleng minyak yang diterangi lampu neon di dalamnya. Ada juga potret kusir dokar yang juga melamun menunggu pengguna jasanya.

“Wah, Denpasar ternyata punya dokar juga. Lama tidak melihat dokar,” seru Anik, seorang ibu bersama anak perempuannya. Ia tak ingat Denpasar punya moda transportasi dalam kota tradisional yang kelihatan indah di bingkai foto. Padahal, keseharian dokar dan kusirnya adalah keterasingan dan kesepian. Continue reading Kotaku Ramah (Sesaat)

Warnai World Silent Day dengan Caramu Sendiri

Novia Claudia Wijaya, 16 tahun, sibuk menjawab pertanyaan kenapa harus mematikan handphone selama empat jam, Minggu, di Vihara Vimalakirti, Kabupaten Badung. Remaja perempuan ini sudah tak asing dengan pertanyaan seperti itu karena hal yang sama juga dihadapinya seminggu ini di sekolahnya, SMAK Harapan Denpasar.

Sejak seminggu terakhir ini ia giat menggalang 10 juta tanda tangan untuk World Silent Day (WSD). “Karena sulit meminta orang menonaktifkan handphone, walau cuma 4 jam hari ini, kami akan memungut sampah plastik saja dia areal vihara,” ujar Novia.
Continue reading Warnai World Silent Day dengan Caramu Sendiri

Galungan Sunyi di Pulau Menjangan

rusa-menjangan-1

Dua ekor rusa (cervus timorensi) atau menjangan sedang berdiri dengan tenang di dalam Pura Taman Kelenting Sari, Pulau Menjangan, Buleleng, Rabu (14/10). Dua rusa jantan sebesar kuda poni ini seperti penjaga pura. Tanduknya tinggi dan kokoh. Mereka adalah tuan rumah di pulau ini.

Para rusa hanya mengamati ketika sejumlah pengunjung menaruh sesajen di tugu-tugu persembahan, menghidupkan dupa, sampai memulai persembahyangan di Hari Raya Galungan itu. Kehadiran kedua rusa liar ini membuat pengunjung pura terhibur. Continue reading Galungan Sunyi di Pulau Menjangan

Gairah Perempuan dan Perjalanan Lombok

Awalnya perjalanan ke Lombok ini akan dilakukan teman saya Ni Komang Erviani, sesama jurnalis lepas di Bali. Saya memutuskan mundur dari program pembuatan Majalah ACCESS karena ingin konsentrasi mengurus operasional Sloka Institute.

Penggantian personil mendadak tak diijinkan. Harus dibicarakan lagi usai edisi pertama nanti. Berangkatlah saya Senin malam usai acara pitulasan Bali Blogger Community di Panti Jompo Denpasar. Rencananya balik ke Denpasar lagi lima hari kemudian, sehari sebelum puasa.

Ternyata terbang ke Lombok cuma 20 menit. Begitu landing, badan pesawat terhempas keras. Banyak penumpang lain yang kaget. Akibat landasan yang pendek di Bandara Selaparang ini. Continue reading Gairah Perempuan dan Perjalanan Lombok

Tata Ruang Bali mau Kemana?

BUSINESS

Ratusan warga menghadiri rembug rakyat untuk mendesakkan Perda Tata Ruang yang berprinsip berkeadilan dan memperhatikan hak-hak warga, Kamis (30/7) di Wantilan DPRD Bali, Denpasar.

Warga berasal dari berbagai latar belakang yang peduli pada wajah Bali 25 tahun ke depan. Misalnya nelayan, petani, ibu rumah tangga, penyandang cacat atau difabel, pengerajin, dan lainnya. Mereka juga membacakan pernyataan sikap untuk memastikan wajah Bali tak bertambah rusak oleh alih fungsi lahan yang masif dan tak terkontrol oleh pemerintah.

Warga membawa poster berisi kecaman. Misalnya “Tata Ruang bukan Barang Dagangan”, “Tata Ruang yang Ramah untuk Difabel”, dan lainnya. Continue reading Tata Ruang Bali mau Kemana?

Perda Pemeliharaan Anjing di Bali

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholder menggelar public hearing Rancangan Peaturan Daerah (Ranperda) Tentang Penanggulangan Rabies, di Kantor Gubernur, Kamis.

Dalam draft Ranperda ini untuk pertama kalinya Bali akan mengatur pemeliharaan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera. Continue reading Perda Pemeliharaan Anjing di Bali

Mabok Lagi, Akh…(Mabok Bergembira)

jukung-blog1Ini adalah yang kesekian kalinya mabok laut. Dua kali perjalanan laut mabuk bergembira bareng pacar dan suami. Aku mabok kan biasa. Ya gak biasa, mas antonemus mantan pacarku ini.

Konon, kangmas adalah nelayan tangguh di kampungnya di Lamongan dulu. Pesisir utara Jawa Timur adalah tongkrongannya ketika culun dulu. Tak heran, dia sangat menyukai laut, makanan laut, en katanya paham jenis-jenis ikan. Yang terakhir, belum sepenuhnya benar karena kadang salah nebak ikan.

Sekira 36 jam lalu, kangmas anton tunduk (lagi) pada gelombang dan kapal laut. Kini, lautan selat Bali menuju Nusa Lembongan. Gaya mabok laut kita beda. Saya pasrah menumpahkan isi perut pada tas plastik, kalo ayah lebh suka ngasi makan ikan dengan isi perutnya. Continue reading Mabok Lagi, Akh…(Mabok Bergembira)