Mabok Lagi, Akh…(Mabok Bergembira)




jukung-blog1Ini adalah yang kesekian kalinya mabok laut. Dua kali perjalanan laut mabuk bergembira bareng pacar dan suami. Aku mabok kan biasa. Ya gak biasa, mas antonemus mantan pacarku ini.

Konon, kangmas adalah nelayan tangguh di kampungnya di Lamongan dulu. Pesisir utara Jawa Timur adalah tongkrongannya ketika culun dulu. Tak heran, dia sangat menyukai laut, makanan laut, en katanya paham jenis-jenis ikan. Yang terakhir, belum sepenuhnya benar karena kadang salah nebak ikan.

Sekira 36 jam lalu, kangmas anton tunduk (lagi) pada gelombang dan kapal laut. Kini, lautan selat Bali menuju Nusa Lembongan. Gaya mabok laut kita beda. Saya pasrah menumpahkan isi perut pada tas plastik, kalo ayah lebh suka ngasi makan ikan dengan isi perutnya.

Ratusan, eh 11 biji anak BBC lainnya yang berangkat pagi, tersenyum bahagia melihat kekompakan kita mabok. Termasuk Bani si bengal yang hip-hip hura dalam gendongan Ike dan Gus Tulank.

Mata nanar habis mabok, langsung mulai agak bersinar setelah lunch di Warung Relax Jungut Batu. Menunya gule ikan-nasi dan nasi campur laut.

Setelah itu, angkot khas Lembongan, mobil pikap telah siap sedia mengantarkan kita ke lokasi nginep, Tamarind Bungalow di Desa Lembongan. Sekitar 5 kilo dari Jungut Batu. Ternyata pikap perkasa juga off road menuju perbukitan dan jalan berkelok-kelok.

Bli Ketut Ardana, pemilik DND Pest Control, organizer lokal kita di Lembongan sudah sangat sigap dalam pengaturan waktu dan kegiatan. Thx dokter Oka yang telah merekomen orang yang sangat tepat.

So little time, so much to do. Cuman naruh barang di bungalow, langsung terjun ke medan pelayanan kesehatan di Koperasi Petani Rumput Laut Dharma Kerti Desa Lembongan.

Sampai di tempat, bagi-bagi peran. “Siapa bisa cek tensi?” tanya dokter cock dengan tenang. Mampus. Saya langsung gelagapan. Sementara lima orang lansia sudah nongkrong di ruang koperasi sederhana itu.

“Kayanya pernah tau dulu, tapi skarang lupa,” ujar Gus Tulank, ga kalah santainya. Eh, tiba-tiba seorang perempuan ayu berkulit putih, Putu, istri kesayangan Pan Gendo nyoba alat cek tensinya. Pemanasan bentar, dia udah fasih mengendalikan alat tensi. Mujizat, ternyata pernah jadi anggota KSR PMI kampus Udayana.

yankes-blog

Begitulah, 51 petani rumput laut dilayani dalam waktu 1,5 jam. Kita bekerja dgn cukup profesional dan sabar. Sabar menyorongkan telinga ke mulut para lansia karena ngomongnya pelan. Sabar tebak-tebakan umur karena nyaris semua tidak tau umur. Sabar menerjemahkan istilah penyakit yang tidak tersedia paduannya dalam dunia medis.

Petugas apoteker, Ike dan Yudi juga tanggap ma tulisan dr cock untuk menerjemahkan resep. Untung dr cock bukan jenis dr yg narsis pake tulisan steno.

Apalagi senyum manis Putu yang gemulai mengontrol alat tensi. Sampai ada lansia pria yang maksa buka baju pas cek tensi. Mata rabun ternyata terkecualikan kalo lihat mahluk cantik. Luar biasa, hidup ini yang menghargai keindahan. Nyambung ke posting berikut ya..

12 thoughts on “Mabok Lagi, Akh…(Mabok Bergembira)”

    1. udah ngikut jurus minum air jahe hangat. plus peremen jahe. dasar udah kebayang mabuk duluan, ya gitu deh. tapi gak kapok kok

    2. udah ngikut jurus minum air jahe hangat. plus peremen jahe. dasar udah kebayang mabuk duluan, ya gitu deh. tapi gak kapok kok

  1. wweeehheeee saya tumben ngenet nih setelah sekian hari datang dari lembongan. wah lembongan membuat kulit makin item gak keliatan.
    mok kirimin alamat blog temen2 yang ikut taun baruan ke lembongan donk… thanks bgt
    salam buat ibu n bapaknya yooo!!

    1. haryoga: oya, aku baru inget bikin list peserta yankes. ntar ta kirimin juga blog anak BBC. kamu belum ikut milis BBc ya?

  2. mok, minta alamat2 email temen2 yang kelembongan donk. kalo bisa plus foto2 lembongannya yooo,
    salam buat bapak ibu bani n bli anton, lain kali kalo ada acara lagi tolong dikabari yooo thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *