Category Archives: Lingkungan

Seaweed, Here I Come…

lembongan-blog

Jam 2 dini hari, last day on 2008. Kangen Nusa Lembongan dan petani-petani rumput laut, membuat saya terjaga. Lima jam lagi saya akan berangkat memenuhi hasrat bareng anak-anak BBC dan beberapa temen lain yang mendukung baksos BBC di sana.

Kangen ini saya nikmati dengan membuka file foto lama ketika ke Lembongan beberapa bulan lalu. Saya suka sekali Nusa Lembongan. Continue reading Seaweed, Here I Come…

Ada Kulkul di Eksebisi Human Faces of Avian Influenza

Aura entertainment emang sulit dipisahkan dari event-event di Jkt. Mungkin sudah jadi resep umum, magnet untuk menarik perhatian orang yang udah suntuk keluar rumah atau kantor dari kesumpekkan jkt.

Di eksebisi karya jurnalistik tentang Human Faces of Avian Influenza, Kamis malam kemarin, yang menjadi bintang malah dua band, Akustika dan Kulkul Band. Band terakhir dari Bali, digawangi 9 anak muda yang bermusik bawa perangkat kecil baleganjur, biola, drum, dan keyboard. Surprized juga. Continue reading Ada Kulkul di Eksebisi Human Faces of Avian Influenza

Craziest Jakarte

Entah kenapa, saya gak pernah menikmati jakarta. Pertama karena macet tentu saja. Ketika baru beranjak dari bandara Solekarno Hatta, hati ini pasti langsung dagdigdug dan lalu berharap-harap. Please dong, kasi saya anugerah terindah di Jakarta yaitu jalanan lancar. Bolehlah macet bentar tapi cuman 10 menit, ga boleh lebih.

Pertanyaan kunci ke abang supir taxi, selalu sama. “Bang, berapa lama nyampe di hotel anu? Macet gak ya?” Jawabannya ya slalu sama, walau saya sudah bisa menebak. Continue reading Craziest Jakarte

Green Groups Ingatkan Gubernur Baru soal Kerusakan Lingkungan

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali mengingatkan Gubernur Bali terpilih, Made Mangku Pastika akan empat potensi kerusakan lingkungan besar di Bali. Hal ini disampaikan pada minggu pertama tugas Pastika sebagai gubernur melalui surat terbuka yang akan diberikan langsung.

Sebelumnya surat ini telah disebarkan ke publik melalui media dan mailing list. Empat masalah lingkungan besar tersebut adalah potensi kerusakan yang terjadi di hutan, pantai, dan danau. Continue reading Green Groups Ingatkan Gubernur Baru soal Kerusakan Lingkungan

NakNik: Kalau TPA Penuh, Sampah Dibuang Ke Lapangan Renon Aja…

Aksi Anak-anak Memahami Sampah

Sinetron dan dongeng, dua hal yang menjadi kesukaan anak-anak kini. Kisah puteri dan pangeran tak pernah hilang dari memori anak-anak. Puluhan anak-anak di daerah Subak Dalem, Denpasar Utara juga memilih cara ini untuk memahami pendidikan lingkungan hidup.

Minggu, 3 Februari lalu 12 anak-anak yang tergabung dalam kelompok NakNik itu mementaskan drama yang berjudul “Kisah Puteri dan Pemulung”. Tokoh utamanya adalah Puteri dari Kerajaan Subak Carik yang mencari pasangan. Dari sekian orang pelamar, seorang pemulung memberanikan diri mendaftar.

“Aku adalah penyelamat bumi. Kalau tidak ada aku sampah-sampah bisa membuat banjir. Aku juga bisa menghasilkan banyak uang hanya dengan mendaur ulang sampah,” kata si pemulung yang diperankan Made Sudarsana bangga. Akhirnya pemulung ini dipilih Puteri karena sesuai dengan kondisi kerajaan yang membutuhkan penyelamat dari kepungan banjir. Continue reading NakNik: Kalau TPA Penuh, Sampah Dibuang Ke Lapangan Renon Aja…

Sampah (Kali ini) Bawa Berkah

Bagi NakNik dan penghuni Gang V Jalan Subak Dalem, Minggu (3/2) kemarin boleh jadi salah satu minggu yang riang. Untuk pertama kalinya NakNik Community berinteraksi dengan komunitas lain dan untuk pertama kalinya semua ibu2 di gang V ini berkumpul.

Tumben, anggota NakNik berkumpul semua, sekitar 20-an anak. Dari umur 3-14 tahun. Sejak Sabtu mereka menyiapkan pementasan teater berjudul “Puteri Mencari Pemulung” untuk dipentaskan pada Minggu itu, di depan Gusman dan Bli Tut Nartha dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka berbaik hati datang berbagi informasi soal pengolahan sampah.

Sementara sebanyak 20 ibu-ibu tumpah ruah di rumahku untuk arisan pertama. Kegiatannya sih biasa, tapi ini jadi awal yang merekatkan kekerabatan di Gang V ini. Arisan ini akhirnya terwujud, setelah sekian lama dipending, dengan alasan ibu-ibu belum termotivasi untuk ikutan arisan.

Arisan perdana ini jadi, juga karena agenda NakNik yang mengundang PPLH Bali. Kegairahan anak-anak inilah yang menumbuhkan semangat bagi ibu-ibu mereka.

Saya seperti melihat miniatur banjar atau komunitas desa. Terbukti, jika masyarakat (sebodoh-bodohnya mereka) sesungguhnya akan bergerak jika disuntik sedikit saja. Di tengah-tengah kebodohan dan kesejahteraan itu, yang juga penting adalah dorongan untuk bangkit. Barangkali karena hal inilah para EQ trainer begitu laris… Continue reading Sampah (Kali ini) Bawa Berkah

Dari Tong Sampah ke Sulap Sampah

Soal resolusi bikin tong sampah di gang rumah itu aku lempar ke NakNik Community, komunitas anak-anak gang rumah. Aku tanya, kira-kira kalau ada dua tong sampah, mau gak ya orang buang sampah kesana? Memilah sampah dulu?

Anak-anak (yang paling kecil TK, yang paling gede klas III SMP) kompak jawab, “Haha….” Sialan, mereka malah ngetawain. Yah, begitulah adanya jawaban yang jujur dari anak-anak, wajah dari ortu2 mereka dan saya, ortunya bani (orang dewasa yang gak pinter2 juga…)

Baiklah, merujuk tanggapan yang membuatku menahan rencana buat tong sampah itu, ini ada resolusi baru. Bagaimana kalau kita lihat caranya orang menghasilkan duit dari sampah? Nah, soal ini beberapa anak2 NakNik langsung tanggap. “Ya ya, Mbok Luhde, siapa tahu bisa dapet duit” Nah, kalau doku manjur…

Continue reading Dari Tong Sampah ke Sulap Sampah

Konflik Penanganan Sampah Rumah Tangga Kota Denpasar

Dimuat di The Jakarta Post

Nyaris tiap hari warga di Jl. Subak Dalem, Denpasar Utara mengeluh soal penumpukkan sampah tanpa pengelolaan di beberapa lahan kosong di daerah itu. Kadangkala sampai menyulut konflik antar tetangga. Seperti yang terjadi pada suatu pagi, 3 Desember lalu.

Bu Risma, 36 tahun, bersitegang dengan beberapa tetangga yang seenaknya menumpuk sampah di sisi timur rumahnya. Lahan kosong sebelah rumahnya itu kini hampir setengahnya tertutup timbunan berbagai jenis sampah. Kebanyakan sampah plastik seperti tas kresek, bungkus makanan ringan, dan sebagian lagi limbah sisa makanan.

Continue reading Konflik Penanganan Sampah Rumah Tangga Kota Denpasar