Dari Tong Sampah ke Sulap Sampah




Soal resolusi bikin tong sampah di gang rumah itu aku lempar ke NakNik Community, komunitas anak-anak gang rumah. Aku tanya, kira-kira kalau ada dua tong sampah, mau gak ya orang buang sampah kesana? Memilah sampah dulu?

Anak-anak (yang paling kecil TK, yang paling gede klas III SMP) kompak jawab, “Haha….” Sialan, mereka malah ngetawain. Yah, begitulah adanya jawaban yang jujur dari anak-anak, wajah dari ortu2 mereka dan saya, ortunya bani (orang dewasa yang gak pinter2 juga…)

Baiklah, merujuk tanggapan yang membuatku menahan rencana buat tong sampah itu, ini ada resolusi baru. Bagaimana kalau kita lihat caranya orang menghasilkan duit dari sampah? Nah, soal ini beberapa anak2 NakNik langsung tanggap. “Ya ya, Mbok Luhde, siapa tahu bisa dapet duit” Nah, kalau doku manjur…

Aku dari dulu pingin lihat demonstrasi sampah (disulap jadi duit? Mau banget??? hehe) gimana cara bikin kompos, presentasi bikin deplot pengolahan sampah mandiri, dll. Karena cukup sudah kepasrahanku melihat sampah2 dibiarkan menggunung tak berdaya (silakan baca artikelku soal sampah disini ya) di TPA Suwung. Kalau pun kita memilah sampah, terus diangkut truk DKP, ya, jatuhnya ke kolam sampah TPA Suwung yang sudah jadi gunung baru itu.

Bagaimana kalau kita buat kompetisi membuat nama gunung sampah baru itu ya? Kan, ini bisa jadi ekowisata baru, trus kita buka lowongan untuk penjaga gunung yang mengawasi kalau ada pendaki yang tersesat atau terbenam di jurang gunung sampah. Bener lho, ekowisata sampah ini bisa menambah pundi2 kas APBD Kota Denpasar.

Balik ke rencana mendatangkan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali itu ke gang rumah Subak dalem. Akhirnya NakNik membuat surat permohonan untuk mengajari sulap sampah itu. Ini petikan suratnya:

Komunitas NakNik
Gang V Jalan Subak Dalem, Denpasar Utara
===========================================
Kepada
Yth. Kakak di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali
di-
Tempat

Yang terhormat kakak yang akan melatih kami,

Kami mengundang kakak untuk melatih kami memanfaatkan sampah organik dan non organik untuk dapat di daur ulang/dikelola. Supaya bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat.

Karena di lingkungan kami masyarakat tidak ada yang peduli dengan sampah. Orang buang sampah ke sungai, samping got, jalanan, dan belakang rumah.

Dengan ini kami mohon kedatangan kakak untuk dapat meluangkan waktunya melatih kami di sini, Gang V Jl. Subak Dalem. Kami harapkan bisa datang Hari Minggu. Tolong kontak kami untuk berkoordinasi dengan pengasuh NakNik, Luh De Suriyani: 081 23986124. Kami tunggu kabar secepatnya. Terima kasih atas bantuan kakak.

Hormat kami,
Koordinator NakNik Bulan Januari-Maret 2008

(I Gede Santika)
—————————————————————————–
NakNik adalah komunitas anak dan remaja di Gang V Jl. Subak Dalem. Kami berkumpul untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan kami, misalnya buat koran dinding, lomba-lomba, pentas seni, dll.

0 thoughts on “Dari Tong Sampah ke Sulap Sampah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *