Trauma Bani




Sekarang, Bani, anakku, ditinggal ke kamar mandi aja nangis. Pokoknya angsung teriak kalau bundanya udah di luar jarak pandangnya.

Ikhwal kondisi Bani ini barangkali karena lima hari kutinggal ke Thailand. Pada hari terakhir, pada 23 Januari pukul 7 pagi aku menelepon Tumik, tantenya yang menjaga di rumah. Saat itu aku masih menunggu penerbangan ke Bali dari Soekarno Hatta.

Tumik bilang Bani sakit, dan seharian gak mau makan. Bless…. air mataku langsung merembes. Jadi tontonan penunggu bandara lainnya. Hik…hik… biarin aja.

Tiga jam menunggu pesawat takeoff, pikiran bener2 udah nggak terkendali. Pas di Ngurah Rai, langsung sambar taxi bandara. Padahal biasanya aku pasti cari taxi yang lebih murah di luar bandara.

Untung saat itu jalanan lengang, pas Hari Raya Galungan di Bali. Waktu tempuh jadi lebih pendek, sekitar 20 menit sampe rumah.

Ketika taxi tinggal lima meter dari rumah, Bani kulihat lagi digendong budenya. “Itu bunda, Bani” Bani terlihat kaget banget trus nengok ke taxi. Dia nunjuk2 taxi, trus turun dari gendongan. Air mataku merembes lagi, gak peduli siapa2, apa2, pokoknya cuma Bani.

Dan, malamnya, Bani demam tinggi. Ia terlihat gelisah, bangun terus untuk ngecek, bundanya ada atau gak. Sakitnya jadi dobel, psikis dan fisik. Aduh, jadi ngerasa berdosa. Maklum, selama 16 bulan sejak lahir Bani jarang ditinggal. Rata2, 3-4 jam sehari aja, itu pun kalau ada kerjaan.
Sampai sekarang Bani masih demam. Panasnya sekitar 39 derajat celsius kalau malam. Siang hari sih dia masih bisa main. Tadi udah ke bidan, dibilang kurang antibiotik aja. Padahal aku sebel ngasi antibiotik ke anak, karena keseringan kan gak bagus apalagi obat ini harus diminum sampe habis. Yah, semoga ntar malam Bani bisa bobo lebih enak, dan ketemu ayahnya yang rencananya sih balik dari Solo malam ini juga.

0 thoughts on “Trauma Bani”

  1. wah Bani ..cepet sembuh ya ..kan Bunda ma Ayah udah bersama lagi, jadi Bani nggak usah kawatir.

    Kalo Bani sehat Bnnda ma ayah mau ajak Bani ke pantai sanur lagi, ke gramedia lagi, maem KFC lagi, ya kan Bunda ?? ya kan Ayah ????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *