Category Archives: Blogging

Gunakan Kekuatan Tanganmu! (Angkatan III)

Sebab dengan tulisan-tulisan, kamu bisa mengabarkan banyak hal. Cerita pribadi, tempat bersantai, masalah kota, sampai curhat. Apa saja bisa kamu tulis ala Jurnalisme Warga, di mana warga tak hanya jadi objek berita tapi sekaligus penulisnya.

Tak usah takut tulisanmu tidak menarik. Menulis itu karena kebiasaan, bukan hanya soal berbakat atau tidak. Kini waktunya kamu belajar. Sebab Sloka Institute pengelola blog jurnalisme warga Bale Bengong bekerjasama dengan I’m an Angel, akan mengadakan Kelas Menulis Jurnalisme Warga Angkatan III.

Materinya tentang teori dasar jurnalistik seperti menulis berita langsung dan berita kisah maupun tentang jurnalisme warga. Bukan hanya belajar teori, peserta akan langsung praktik menulis dipandu pemateri dan fasilitator berpengalaman. Selain jurnalisme, peserta juga dilatih membuat blog untuk mempublikasikan karyanya dan sebagai jurnal harian.
Continue reading Gunakan Kekuatan Tanganmu! (Angkatan III)

Setelah Ada UU KIP, Apakah Jadi Terbuka?

Apa dan Bagaimana? Mulai Mei 2010 tiap Badan publik harus sudah siap memenuhi informasi publik sesuai UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).  Inilah hasil diskusi SLoka Institute dengan teman-teman LSM dan media di Bali hampir setahun lalu.

Apa itu Informasi Publik? adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.  Siapa Badan Publik? Continue reading Setelah Ada UU KIP, Apakah Jadi Terbuka?

Pluralisme di Sulut: Kebajikan Fernando dan Bukit Kasih

Fernando, remaja pria 14 tahun ujug-ujug menyambut dengan sangat ramah di pintu masuk Bukit Kasih, sekitar 50 km selatan Kota Manado, Sulawesi Utara. Keramahannya adalah kelihaiannya bercerita. Langkah kaki guide cilik di kawasan wisata alam dan spiritual di Desa Kanonang, Kecamatang Kawangkoan, Kabupaten Minahasa ini sangat ringan sepanjang menapak ratusan anak tangga. Sebuah tas kresek besar berisi lusinan kaos bergambar Bukit Kasih digamitnya santai.

Dari mulutnya meluncur tanpa henti hikayat Bukit Kasih, sebuah mitologi tentang kasih dan persaudaraan. Alkisah ketika bukit masih kosong ada seorang peri bernama Kerawa. Lalu ada anak dan ibu, Toar dan Lumimuut, yang kemudian disebut sebagai nenek moyangnya Minahasa. Kerawa memberikan sebuah tongkat untuk mereka, yang lalu dibagi dua bagian. Continue reading Pluralisme di Sulut: Kebajikan Fernando dan Bukit Kasih

Bangganya Menteri kita Punya Saloon

Tak sengaja nonton tayangan berita di Trans 7 tentang uji coba wartawan pake mobil baru menteri. Dua menteri yang menurut aku harusnya paling punya rasa empati dan kemanusiaan, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dan Menteri Agama Surya Darma Ali, malah memperlihatkan kesombongan semu atas mobil yang katanya seharga 1,3 milyar itu.

“Pantas dong menteri dapat penghargaan dengan mobil ini. Itu penghargaan negara pada kami. Kalau mobil bagus kan sangat membantu kerja kita,” begitulah kira-kira komentar salah seorang menteri di atas.

Siapa yang menghargai siapa? Emang negara pernah minta persetujuan kita untuk mobil seharga pendapatan lebih dari 2000 pekerja dengan UMR kurang dari Rp 600 ribu itu? Continue reading Bangganya Menteri kita Punya Saloon

Aku, Dagang Lumpia, dan Anaknya

Selasa ini adalah hari tergopoh-gopoh yang kesekian kali. Baru mau nyantai nonton, ada telepon, “Luhde, ini ada pemeriksaan hewan di maruti sekarang,” ujar suara Iluh wartawan enerjik tivi ini di seberang sana. Untung jarak dari rumah dekat, langsung aku tancap gas. Untungnya lagi, si Bani udah siap “disetor” ke bude pengasuhnya di depan rumah. Tinggal isi kotak makan siangnya dan dadah-dadah ma Bani bentar. Sampai di Maruti, foto-foto kambing dari berbagai pose dan baju penuh bau kambing. Continue reading Aku, Dagang Lumpia, dan Anaknya

Berbagi Kejengkelan di BBC Tak Pernah Rugi

Akhir-akhir ini saya suka menyimak kata demi kata postingan di BBC. Mungkin tabiat ini mulai muncul seminggu terakhir. Tak syak, saya selalu gatel buka milis BBC tiap 15 menit kalo lagi ngenet. Padahal, belum ada posting-posting baru, tapi dasar gatel gimana dong.

Saya bingung, kenapa sih rajin banget buka folder bernama baliblogger itu di email saya. Padahal sebalumnya saya jarang buka gmail, email yg saya pake di milis BBC.

Ndak tau, mungkin baru sekarang ketahuan. Sumbernya adalah perang kata-kata. Perang di sini bukan artian debat an sich. Bisa juga sambung rasa atau umpan balik postingan aja. Continue reading Berbagi Kejengkelan di BBC Tak Pernah Rugi

Kuta Karnival dan Fasilitas Publik

traffic jam-ngaben di kuta

Merayakan Kuta lewat Kuta Karnival tahun 2009 ini saya jadi teringat dengan keinginan saya menemukan hasrat warga Kuta di balik gemerlapnya. Saya kutip kembali catatan saya tempo hari.

Kemacetan parah kembali terjadi di Jalan Legian, Kuta, awal pekan ini. Kendaraan sama sekali tidak bisa bergerak di sejumlah jalan menuju Legian. Terlihat dua kelompok warga yang bersiap melakukan prosesi ngaben (upacara kremasi) di dua titik berbeda. Iring-iringan perempuan membawa sesajen berbaris di sepanjang jalan.

Sepeda motor saja sulit melalui arak-arakan prosesi karena sepanjang Jalan Legian juga digunakan sebagai tempat parkir. Tanda larangan parkir yang tersebar di sepanjang jalan tak berguna. Malah sulit menemukan celah jalan yang tidak ada parkir kendaraannya. Continue reading Kuta Karnival dan Fasilitas Publik

Cabut Pasal Pencemaran Nama Baik

aksi cabut pasal 27 ayat 3 UU ITE-kamarkecilPernyataan bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Bali Blogger Community (BBC), dan Aliansi untuk Kebebasan Informasi tentang Kasus Prita Mulyasari “Bebaskan Prita, Cabut Pasal-pasal Pencemaran Nama Baik”

Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga, kini telah dijadikan terdakwa dalam kasus  pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Ia  terancam hukuman penjara enam tahun karena didakwa  melanggar   pasal 27 ayat 3 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia juga didakwa melanggar  pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Terhadap kasus yang dilatarbelakangi oleh penulisan email yang berisi keluhan terhadap pelayanan Rumah Sakit tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Bali Blogger Community, dan pecinta kebebasan berpendapat dan berekspresi  di Bali yang tergabung dalam Aliansi untuk Kebebasan
Informasi (AKI)  menilainya sebagai upaya membatasi kebebasan bereskpresi dan menyatakan pendapat. Pasal-pasal pencemaran nama baik yang bersifat multi tafsir memang sangat rawan digunakan untuk melakukan represi terhadap kebebasan menyebarluaskan informasi. Continue reading Cabut Pasal Pencemaran Nama Baik