Berbagi Kejengkelan di BBC Tak Pernah Rugi




Akhir-akhir ini saya suka menyimak kata demi kata postingan di BBC. Mungkin tabiat ini mulai muncul seminggu terakhir. Tak syak, saya selalu gatel buka milis BBC tiap 15 menit kalo lagi ngenet. Padahal, belum ada posting-posting baru, tapi dasar gatel gimana dong.

Saya bingung, kenapa sih rajin banget buka folder bernama baliblogger itu di email saya. Padahal sebalumnya saya jarang buka gmail, email yg saya pake di milis BBC.

Ndak tau, mungkin baru sekarang ketahuan. Sumbernya adalah perang kata-kata. Perang di sini bukan artian debat an sich. Bisa juga sambung rasa atau umpan balik postingan aja.

Karena BBC terdiri dari berbagai orang dengan kultur, cara bekerja, bidang kerjaan, dll yang sangat beragam, memungkinkan ada multi tafsir.

Misalnya nih, soal thread, “apakah kamu seorang blogger?” Ada yang menanggapi secara idealis, ada juga yg merasa kecut karena pernyataan yang terlalu serius. Trus, untuk tread paling hot saat ini, “blogger perempuan keledai” juga asik.

Budaya milis dan online memang sangat rentan konflik. Kita dipaksa menulis perasaan dengan keterbatasan kata-bahasa. Padahal, seringkali usai ngetik kita merasa, “bukan gitu maksudku” Tapi kok bahasannya jadi panjang.

Sialnya lagi, sangat gampang copy paste apa yang diketik orang, untuk dibahas lagi. “Nih, aku copy lagi apa yang kamu bilang sebelumnya.” Alamak, sangat sulit menghindar dari hal seperti ini. Ini budaya tulis, kawan. Jadi semuanya terekam dengan lengkap dan sempurna. Bak kelopak bunga mawar yang utuh di batangnya.

Tak hanya di milis BBC, juga di milis lain yang saya ikuti. Ini yang membuat saya kadang-kadang lama nulis respon untuk hal yang serius. Namun sebaliknya, budaya tulis bisa buat orang spontan.

Misalnya salah satu temen BBC, Anima, yang spontan dan honest kalo komentar. It doesnt make me hate u, mate. Hahaha… Anima buat grup di pesbuk untuk menampung orang yang “hate anima because he’s honest and direct.” So Anima.

Moral cerita ini adalah, pemuda Indonesia sudah selayaknya terus didorong ikutan milis-milis untuk belajar mengurangi “basa-basi” dan ewuh pakewuh ala SBY. Ini spontanitas yang memberi penghargaan untuk orang lain. Ngasi apresiasi dengan spontan.

Yah, nikmati saja BBC apa adanya. Dari yang suka online tapi emoh offline, persekutuan anggota pasif, yang suka online plus offline, dll. BBC toh hanya sebentuk semangat, setitik energi.

0 thoughts on “Berbagi Kejengkelan di BBC Tak Pernah Rugi”

  1. masalah copas men copas itu memang sudah ciri saya jeng.. hehe.. skedar untuk penekanan akan sesuatu *karena saya suka yang ditekan-tekan halahhh…

    kalo masalah spontanitas..itu tergantung akan kebiasaan seseorg.. ada org yg spontan, jujur, tapi menyakitkan !!! ada org yg lebih baik gw hati2 deh klo mau nulis drpd ribet ntr urusannya.. mari kita kembalikan kepada orangnya saja, mereka milih yang mana.. 😀

    Kalau saya : suka spontanitas dan copas copas.. horeee!!!

  2. Saya sudah keluar milis, jadi ndak mau mengomentari substansinya. Hehe!

    Saya suka sambung rasa, diskusi, debat, apa pun namanya. Yang penting logis dan bicara bergantian, walaupun dalam kemasan komentar yang pedas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *