Microsoft Bloggership 2011: Lawan Kemiskinan dengan Berbagi Informasi

kampanye kebebasan informasi, desaign by isoul untuk sloka

Tahun ini adalah tahun kemerdekaan jiwa untuk saya dan sejumlah teman lain. Kami memberanikan diri membuat sejumlah program rintisan memanfaatkan media-media social dan internet. Saya berkeyakinan kalau kemiskinan jiwa, harta, percaya diri bisa dilawan dengan informasi. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Awal tahun ini saya dan teman-teman di Sloka Institute membuat sejumlah program rintisan yang sederhana. Program-program pembelajaran teknologi informasi yang kami lakukan secara swadaya dan melibatkan jejaring yang kami miliki. Swadaya dan berjejaring adalah keyakinan lain yang kami semai dan tumbuhkan bersama. Kami, tua-muda, kuat, dan berbahaya J  Meminjam kalimat sakti band SID. Continue reading Microsoft Bloggership 2011: Lawan Kemiskinan dengan Berbagi Informasi

Wine Salak Sibetan, Anyone?

foto dari karangasemcraft.com

Ribuan pohon salak adalah rumah bagi penduduk Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Karangasem. Wilayah dengan luas hampir 150 hektar itu ditanami pohon salak hampir 90%. Tak ada blok-blok perumahan karena sistem tempat tinggalnya adalah ngubu atau membuat rumah di dalam kebun masing-masing.

Masyarakat Dukuh Sibetan hidup menyebar di antara lahan kebun salak. Tiap satu rumah menempati sebagian kecil dari luasan kebun yang dimilikinya. Jadi, secara khusus tidak ditemukan kawasan pemukiman di wilayah banjar Dukuh Sibetan, kecuali beberapa rumah dan warung di sekitar balai banjar. Walaupun tersebar, sebagian besar rumah yang ada sudah mendapat layanan listrik PLN, namun baru sebagian kecil yang mendapat layanan air PDAM. Continue reading Wine Salak Sibetan, Anyone?

Seniman Bali Frustasi Kampanye AIDS

memahami hiv/aids bersama KPAP Bali

I Nyoman Nardayana, seorang dalang wayang Cenkblonk, yang sangat kondang di Bali mengatakan pesan-pesan pencegahan HIV/AIDS yang kerap dilontarkan melalui pertunjukkannya dianggap sekadar lelucon.

“Apa yang kami lakukan kalah cepat dengan virus HIV. Pesan-pesan yang disampaikan dengan guyu (joke) malah jadi lelucon saja. Tidak masuk ke hati mereka,” jelas Nardayana yang populer karena tema cerita wayangnya soal keseharian orang Bali ini.

Menurut Nardayana, penyebaran HIV sudah sangat cepat dan sosialisasi juga gencar. “Efeknya pada masyarakat bagaimana? Banyak penonton saya yang menganggap itu hanya angin lalu. HIV ini seperti gunung es, bagaimana Bali nanti?” tanyanya. Continue reading Seniman Bali Frustasi Kampanye AIDS

Histeria dan Frustasi di Perangalas

Ditha mengajar membaca di kamar tidur

“Yang dot dadi gigolo, mbok,” sahut Gede Adi, sebut saja demikian dengan yakin. Pria muda 16 tahun yang ngebet disukai banyak perempuan ini setiap hari bangun jam 5 pagi. Rambut setengah pirangnya  yang kelimis menjadi lepek ditindih sedikitnya 10 kilogram aneka buah hingga jam 4 sore.

Adi pasti menjadi gigolo yang kuat dan tahan banting, jika Ia tetap pada pendiriannya kelak.  Setelah bosan menjadi anak buah juragan buah di kompleks Desa Perangalas, Lukluk. Continue reading Histeria dan Frustasi di Perangalas

We are a big family

Dahulu kala, ketika 2007, kami adalah pasangan pengantin baru setahun. Sloka Institute baru saja usai surat-surat resminya dan berkantor di Jalan Drupadi, Renon. Harga sewanya Rp 11 juta/tahun. Saya, anton, mercya, dan bodrek mendirikannya dengan patungan Rp 5 juta per orang. Terkumpulah 20 juta, jadi berani sewa kantor mahal.

Apa hubungannya dengan BBC? Di sini, si ayah ketemu pertama kali dengan beberapa orang blogger. Entah siapa aja, beneran saya lupa. Karena saya cuek bebek. Seingat saya, kita juga ga pernah ngobrol serius soal bloger, blog, semacamnya. Mungkin karena saya terlalu cuek, dan dia heboh. Continue reading We are a big family

putu andra, informasi kesehatan, dan solidaritas sosial

penguburuan andra di sidan-gianyar (dok keluarga)

Agus, pria muda 22 tahun ini tersenyum senang. Ia mengusap wajahnya yang berkeringat usai ngamen, berkeliling menyanyi sambil memetik gitar bersama beberapa temannya di Lapangan Puputan Renon Denpasar, Minggu (24/10). Hasil penggalian dana untuk anaknya, Putu Andra, 19 bulan, hari itu berjumlah Rp 4.440.000 rupiah.

“Wah, semoga jumlah yang unik ini membawa mujizat untuk anak saya,” katanya pelan. Istrinya, Nova, katanya sedang sedang melamar pekerjaan. Keduanya baru lulus dari Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Beberapa personil band Indie berkumpul di lapangan saat car free day, hari Minggu bergerimis itu. Misalnya band  Rocking Chairs menyanyikan lagu khusus untuk Andra. Sebuah kotak sumbangan dari kardus diletakkan di tengah keramaian warga yang berolahraga. Continue reading putu andra, informasi kesehatan, dan solidaritas sosial

Penyelamat Bersiap Menyambut Paus Terdampar

I Made Jaya Ratha, seorang dokter hewan muda di Bali beberapa kali bingung bagaimana menangani paus yang terdampar dipantai ketika tiba di lokasi. “Ada banyak orang di sana, tapi kita sulit bergerak cepat karena bingung menanganinya,” ujarnya suatu kali.

Jaya dan beberapa temannya di Turtle Guard, sebuah komunitas peneliti muda khususnya penanganan telur penyu di Bali beberapa kali datang ke lokasi terdamparnya paus tanpa persiapan teknis. Seperti metodelogi penyelamatan dan komunikasi ke jaringan lain. “Kesempatan untuk bisa mempelajari satwa ini hilang karena kita tak bisa cepat menyelamatkannya,” tambahnya. Continue reading Penyelamat Bersiap Menyambut Paus Terdampar

Memburu Sulap, Eh Klenger

Ni Luh Paswati melewati perjalanan darat selama 3,5 jam dengan bus bersama puluhan anak lain dari dusun terpencil di Kubu, Karangasem untuk bisa menonton pertunjukkan sulap selama satu jam. Bus berhenti beberapa kali karena sebagian anak dan orang tua pendamping mabuk dan muntah di pinggir jalan.

Paswati menarik jaketnya dengan kedua tangannya. Kepala dan telapak tangannya sudah tertutup jaket baru berwarna merah itu. Wajahnya masih terlihat pucat walau beberapa kali nampak tersenyum menonton magic show, Sabtu (2/10) malam kemarin di The Westin International. Sebuah hotel mewah langganan konferensi internasional di Nusa Dua, Badung. Continue reading Memburu Sulap, Eh Klenger

Euforia pulau cinta

Seberapa agresifkah gunting sensor memotong film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts kelak jika sampai di Indonesia? Maka, sebelum nonton di bioskop, cari dulu versi unsensored dong… ntar saya pinjem. Hehehe.. Kenapa kemungkinan si pemegang gunting agak agresif, seperti perkiraan saya di atas?

Pertama, nona Elizabeth Gilbert alias Liz, panggilannya di memoarnya itu menuliskan bayak hal provokatif tapi aktif alias factual di sebagian besar scene-nya soal Bali. Babakan hidupnya dikasi judul  L.O.V.E di Bali karena ketemu cowok yang bisa mencuri hatinya. Tapi sebenarnya menurut saya  malah bab ini soal keseimbangan dunia di mana Liz termehek-mehek ketemu dunia yang gak cuman hitam putih di Bali. Continue reading Euforia pulau cinta

di mana pikiran beristirahat