Kisah di Balik Kuliner Semarang

image

“Mbak, saya daftar perjalanan ke Semarang karena kangen lumpia,” kata saya berkali-kali ke panitia famtrip #SemarangHebat.

Tak hanya dapat lumpia, juga kisahnya. Dan tak hanya narasi soal lumpia. Juga es Cunglik (dibaca conglik), lontong Cap Go Meh, dan sego Kethek. Hikz, kisah di balik bandeng Juwana kelewatan karena LionAir Dps-Sby-Smg delay hampir 4 jam saat transit Surabaya. Isshh…

3:03 AM hari Rabu di Denpasar saat ngblog via ponsel ini, tiga hari setelah balik Semarang saya masih punya stok lumpia udang dan ayam di kulkas. Sarapan hari ke-3 dengan lumpia. Oh bahagia.

Continue reading Kisah di Balik Kuliner Semarang

Digigit di Sumba Timur

Kunjungan pertama saya di Sumba Timur adalah “gigitan” dari anak-anak negeri savana ini.

Usai makan siang dari bandara dijemput Yunae dari Wahana Visi Indonesia area Sumba Timur kami menuju kantor. Ibukota kabupaten, Waingapu tampak gersang, sedikit pepohonan di pinggir jalan dan musim panas yang makin membara di khatulistiwa. Bali juga sedang panas-panasnya.

Saya diajak ngadem di ruangan ber-AC. Kantor @SlokaInstitute di Denpasar AC juga tapi merek angin cepoi-cepoi dari kipas angin yang kadang berbunyi ngik-ngik. Continue reading Digigit di Sumba Timur

#kayuhkepeken

Tengkyu @antonemus sepeda mininya.

Ketika SD saya bermimpi punya sepeda mini. Membayangkan kayuh sepeda mini dengan keranjang berisi tas dan vas bunga jika piket. Trus gonceng temen di belakang. Uh…

Namun yang dapat sepeda kakak pertama saya, sebuah Federal yang hip ketika 90an. Saya tak memimpikan sepeda mini lagi.

Hingga muncullah penampakan sepeda mini biru dwpan kamar saat usia saya beranjak 34 tahun! Kasih semesta. Continue reading #kayuhkepeken

Peken Rubaya dengan Latar Gunung Agung

Saya sangat kangen pasar atau pekenan ini. Sayang sudah direlokasi. :'(:'(:'(

Lokasinya hanya 5 menit dari rumah bli Nyoman Suastika, tempat saya dan Mahayanthi menginap saat itu. Di areal banjar Tulamben.

Suastika adalah salah satu tokoh muda desa yang sangat sibuk. Pemandu selam, mendirikan organisasi pemandu selam lokal, mengurus sampah, pewarta warga, dan lainnya.

Beruntung sekali saya merasakan aura Rubaya. Baru saja masuk areal pasar sudah kepincut dua ibu-ibu ini.

image

Continue reading Peken Rubaya dengan Latar Gunung Agung

Bloody Valentine Bali Blogger yang paling mesepuk

bloodyval2016-tanpa logo

Saya sudah berkali-kali menyampaikan terima kasih soal Bloody Valentine 2016 ini di medsos pada para panitia, pengisi acara, dan komunitas serta gerakan yang super greget. Biar lengkap, mari cemplungin di blog. Biar bisa jawa kalau ada kaos Bali Blogger Community (BBC) hilir mudik dengan pertanyaannya, “Masih Ngblog?”

Tahu arti kata basa Bali mesepuk? Nah itulah yang terjadi di BloodyVal 28 Februari lalu. Karena melibatkan banyak pihak, banyak acara, beragam tujuan.

Dimulai dari ngorte kangin kauh di gudang Sloka Institute sama beberapa komunitas untuk memperkenalkan Bali Blogger sekalian ngajak daftar 🙂 Maklum anak-anak BBC sebagian besar sudah bangkotan, perlu digebrak sama darah muda. Perlu disebutkan gak, siapa yang yang masuk daftar lansia ini?  Continue reading Bloody Valentine Bali Blogger yang paling mesepuk

Subak Sembung Merintis Ekowisata di Tengah Kota

DSC06109

Jro Mangku Pura Dalem Khayangan di Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara ini memimpin upaya perlindungan lahan sawah dan tata ruang desanya. Setahun terakhir ini, warga Desa Peguyangan Utara belajar mengelola ekowisata Subak Sembung sebagai strategi pencegahan alih fungsi lahan pertanian dan mempertahankan jalur hijau tersisa di Kota Denpasar.

Jro Mangku yang bernama lahir Made Suastika ini berharap mendapat masukan dari pengunjung untuk mendorong pengelolaan ekowisata subak yang berkelanjutan. “Silakan beritahu jika ada yang tidak pas. Kami masih belajar,” katanya rendah hati.

Pria ini bertutur kata teratur dan senang berbagi proses dan mimpi desa mereka. Sebelum memasuki gerbang besi pintu masuk areal persawahan Subak Sembung sekitar 115 hektar ini, ada sebuah pura Dalem dan setranya yang apik dan teduh. Continue reading Subak Sembung Merintis Ekowisata di Tengah Kota

Kuliner Ngangenin dari Nusa Lembongan

Foto: Luh De
Foto: Luh De

Nasi Lekutuh Campur dan Bubuh Komak khas Lembongan ini diserbu warganya sendiri saat dijual di Nusa Penida Festival. Dua menu ini disebut belum ada yang menjual dan kini makin jarang dimasak sendiri di rumah-rumah.

“Ini masakan masa kecil saya. Ketika ketela banyak sekali dibudidayakan dan jadi menu sehari-hari. Sebelum beras menggantikannya,” kenang Gede Adi. Ia menikmati suapan demi suapan dari sepiring Bubuh Komak.

Ketela juga kenangannya akan kampungnya, Nusa Lembongan yang terus berubah dan makin padat akomodasi wisata. Ketela makin sulit dicari karena kebun alih fungsi dan ketergantungan pada beras. Continue reading Kuliner Ngangenin dari Nusa Lembongan

Hotel di Jakarta dengan Brand Internasional

adv
adv

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak. Dengan begitu banyaknya penduduk, aktivitas pun kian tinggi. Salah satu buktinya, kita bisa melihat padatnya aktivitas keberangkatan maupun kedatangan di seluruh bandara setiap harinya.

Tujuannya pun beragam mulai dari kepentingan bisnis, wisata, studi, pengobatan, maupun lainnya. Nah jika anda merupakan orang yang gemar berwisata, berwisata kini tidak melulu terpaku pada tempat-tempat populer seperti Bali. Dengan berkembangnya fasilitas dan infrastruktur, kita mulai bisa menikmati wisata di hampir seluruh wilayah di Indonesia bahkan ke tempat yang sulit dijangkau seperti Nusa Tenggara maupun Papua.

Nah, jika anda merupakan warga yang tinggal di Pulau Jawa, sudahkah anda berwisata ke kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Malang, Solo, Surabaya, Yogyakarta, dan Bogor. Kota-kota ini merupakan sederet kota yang ramai disasar wisatawan dan andapun wajib mencoba datang ke seluruh kota-kota ini nanti.    Continue reading Hotel di Jakarta dengan Brand Internasional

Negara mau larang jual beli alat kontrasepsi?

https://www.facebook.com/luhputu.aridewiyanti/videos/10205037470876789/?pnref=story

blog-foto kisara
foto: fb konseling kisara

Mendapat 2 surel soal 2 rancangan undang-undang (RUU) yang saling terkait namun bertolak belakang semangatnya.

Dari Kisara Bali, lembaga pemberdayaan remaja ini mengirim protesnya tentang bagian dari isi revisi RUU KUHP yang akan mengkriminalisasi alat kontrasepsi.

Pasal 481 rancangan KUHP berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak secara terang-terangan mempertunjukkan suatu alat untuk mencegah kehamilan, secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan atau secara terang-terangan dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta, menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan tersebut, dipidana dengan pidana denda paling banyak sesuai kategori I”. Continue reading Negara mau larang jual beli alat kontrasepsi?

#AmedSingMedMed

image

Seperti bulan lalu, gelisah jelang hari pembukaan kelas perdana jurnalisme warga. Selalu terjadi selama 5 tahun ini.

Halnya ketika akan memulai kelas jurnalisme warga #NyegaraGunung di Desa Purwa Kerthi yang lebih dikenal dengan kawasan Amed ini.

Gelisah dipicu banyak hal terutama sih karena jarak jauh. Takut kurang waktu untuk mempersiapkan tempat. Kelas ke Timur Bali ini perlu 3 jam berkendara dari Denpasar. Continue reading #AmedSingMedMed

di mana pikiran beristirahat