Jalan-jalan Thailand 5 Hari dengan 2 Anak

Perjalanan ini sebelum akhir tahun 2016 lalu, tapi baru ditulis. Niatnya berbagi sekaligus melengkapi itenarary Thailand untuk orang tua dengan 2 anak di bawah 10 tahun.

Soal jadwal, tentu saja menghindari pikuk tahun baru. Terlebih Thailand dikunjungi lebih dari 30 juta wisman pada 2016. Setengah dari jumlah penduduknya yang 65 juta. Jadi, tiap tahun dari rata-rata dua penduduk ada 1 turis klincang klincung di Thai. Continue reading Jalan-jalan Thailand 5 Hari dengan 2 Anak

Menerima Piala di Makassar dan Manado

Tengah Oktober lalu saya dan Anton di Sulawesi tapi kota yang berseberangan. Utara dan Selatan.

Untungnya hari H selisih semalam, jadi kami tak resah dalam pengurusan anak. Bisa gantian. Dia landing, saya takeoff.

Anton diundang Kementrian Kominfo menerima penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) untuk Sloka Institute sebagai lembaga publik bidang pemberdayaan. Terima kasih ya tim kecil (tak pernah jadi tim besar) Sloka era dulu dan sekarang serta tim Balebengong.net. Continue reading Menerima Piala di Makassar dan Manado

Perlukah Saya ke Ubud Village Jazz Festival?

image: ubudvillagejazzfestival.com
image: ubudvillagejazzfestival.com

Panitia Ubud Village Jazz (UVJ) Festival menantang khalayak. Ini baru event jazz beneran. Banyak festival jazz, tapi bukan jazz.

Gitu katanya. Saya diam aja, wong ndak paham. Tapi mari kita ricek argumen pembuat UVJ yang akan dihelat 12-13 Agustus ini.

“Jazz bukan what tapi how. Bukan lagunya tapi bagaimana improvisasi seluasnya. Bukan tempelan,” kata Yuri Mahatma, salah satu pendiri UVJ dan direktur artistik ini saat temu media di Rumah Sanur. “Musisi tak dibebankan untuk menghibur, silakan mau gila,” lanjutnya. Continue reading Perlukah Saya ke Ubud Village Jazz Festival?

Mengenalkan Kata Produktif untuk Anak

image: mspoweruser.com
image: mspoweruser.com

“Bun, kami sudah ngobrol soal komputer. Kalau dalam satu bulan tidak produktif, komputer mending dijual.”

Si bun terdiam. Kaget. Kememengan dalam basa Bali. Ini ide yang ekstrim.

Saat liburan panjang sekolah lalu, Bani sudah dikenalkan dengan kata ini. Ia bertanya dan kami menjawab artinya. Berproduksi, membuat sesuatu, tak hanya mengonsumsi. Jurnalisme warga banget dah. Hihi… Continue reading Mengenalkan Kata Produktif untuk Anak

Hayooo, pasti kamu yang danai aksi ForBALI

Masak sih kalian mudah percaya siasat penipu? Saya makin jarang  mengikuti timeline Twitter. Sekalinya nengok, ada hastag tipu menipu level rendah memanfaatkan akun-akun palsu yang dijual peternak akun bot, lagi-lagi mengeluarkan jurus siapa mendanai aksi.

Ini bukan kali pertama siasat baper dikerahkan gerombolan berduit. Sampai ada akun-akun anonym yang umurnya panjang untuk tiap saat mencoba mengarahkan topik. Misal, kok tolak reklamasi terus, itu pantai dikapling hotel kok nggak diprotes? Lah, ini sak laut mau dikapling.   Continue reading Hayooo, pasti kamu yang danai aksi ForBALI

Kisah di Balik Kuliner Semarang

image

“Mbak, saya daftar perjalanan ke Semarang karena kangen lumpia,” kata saya berkali-kali ke panitia famtrip #SemarangHebat.

Tak hanya dapat lumpia, juga kisahnya. Dan tak hanya narasi soal lumpia. Juga es Cunglik (dibaca conglik), lontong Cap Go Meh, dan sego Kethek. Hikz, kisah di balik bandeng Juwana kelewatan karena LionAir Dps-Sby-Smg delay hampir 4 jam saat transit Surabaya. Isshh…

3:03 AM hari Rabu di Denpasar saat ngblog via ponsel ini, tiga hari setelah balik Semarang saya masih punya stok lumpia udang dan ayam di kulkas. Sarapan hari ke-3 dengan lumpia. Oh bahagia.

Continue reading Kisah di Balik Kuliner Semarang

Digigit di Sumba Timur

Kunjungan pertama saya di Sumba Timur adalah “gigitan” dari anak-anak negeri savana ini.

Usai makan siang dari bandara dijemput Yunae dari Wahana Visi Indonesia area Sumba Timur kami menuju kantor. Ibukota kabupaten, Waingapu tampak gersang, sedikit pepohonan di pinggir jalan dan musim panas yang makin membara di khatulistiwa. Bali juga sedang panas-panasnya.

Saya diajak ngadem di ruangan ber-AC. Kantor @SlokaInstitute di Denpasar AC juga tapi merek angin cepoi-cepoi dari kipas angin yang kadang berbunyi ngik-ngik. Continue reading Digigit di Sumba Timur

#kayuhkepeken

Tengkyu @antonemus sepeda mininya.

Ketika SD saya bermimpi punya sepeda mini. Membayangkan kayuh sepeda mini dengan keranjang berisi tas dan vas bunga jika piket. Trus gonceng temen di belakang. Uh…

Namun yang dapat sepeda kakak pertama saya, sebuah Federal yang hip ketika 90an. Saya tak memimpikan sepeda mini lagi.

Hingga muncullah penampakan sepeda mini biru dwpan kamar saat usia saya beranjak 34 tahun! Kasih semesta. Continue reading #kayuhkepeken

Peken Rubaya dengan Latar Gunung Agung

Saya sangat kangen pasar atau pekenan ini. Sayang sudah direlokasi. :'(:'(:'(

Lokasinya hanya 5 menit dari rumah bli Nyoman Suastika, tempat saya dan Mahayanthi menginap saat itu. Di areal banjar Tulamben.

Suastika adalah salah satu tokoh muda desa yang sangat sibuk. Pemandu selam, mendirikan organisasi pemandu selam lokal, mengurus sampah, pewarta warga, dan lainnya.

Beruntung sekali saya merasakan aura Rubaya. Baru saja masuk areal pasar sudah kepincut dua ibu-ibu ini.

image

Continue reading Peken Rubaya dengan Latar Gunung Agung

Bloody Valentine Bali Blogger yang paling mesepuk

bloodyval2016-tanpa logo

Saya sudah berkali-kali menyampaikan terima kasih soal Bloody Valentine 2016 ini di medsos pada para panitia, pengisi acara, dan komunitas serta gerakan yang super greget. Biar lengkap, mari cemplungin di blog. Biar bisa jawa kalau ada kaos Bali Blogger Community (BBC) hilir mudik dengan pertanyaannya, “Masih Ngblog?”

Tahu arti kata basa Bali mesepuk? Nah itulah yang terjadi di BloodyVal 28 Februari lalu. Karena melibatkan banyak pihak, banyak acara, beragam tujuan.

Dimulai dari ngorte kangin kauh di gudang Sloka Institute sama beberapa komunitas untuk memperkenalkan Bali Blogger sekalian ngajak daftar 🙂 Maklum anak-anak BBC sebagian besar sudah bangkotan, perlu digebrak sama darah muda. Perlu disebutkan gak, siapa yang yang masuk daftar lansia ini?  Continue reading Bloody Valentine Bali Blogger yang paling mesepuk

di mana pikiran beristirahat