Hampir dua tahun terakhir anjing Bali yang diliarkan di jalanan dicap pembawa virus rabies. Puluhan ribu anjing kampung ini dijauhi bahkan oleh pemiliknya. Pemerintah juga menargetkan pengurangan jumlahnya, terutama yang berkeliaran di jalanan, dengan eliminasi.
Jacko, seekor anjing ras berumur 3 tahun ini tak pernah dicari pemiliknya. Ia ditabrak mobil. Tulang belakangnya patah menyebabkan dua kaki belakang lumpuh total. Ia merenggang kesakitan selama beberapa jam di jalanan sekitar Blahbatuh, Gianyar. Continue reading Menyelamatkan Anjing Bali dari Jalanan→
foto @eshasw, doi salah satu dari personil. aminnn..
Minggu pagi, sudah pukul 9, detaknya jarumnya tak mungkin berhenti. Bani, pria 5 tahun itu saya siapkan ember hitam untuknya berendam. Laptop lusuh saya buka dan memasukkan keping CD berusia dua hari dari tanggal beli di Antida. Mengawali Hari, track pertama mengalun.
“Apa yang kita lihat/apa yang kita terima/apa yang kita rasa/semua karna kita sendiri,” suara datar Cok Bagus Pemayun sayup-sayup di antara kucuran air di tempat Bani mandi. Saya bayangkan Bani di masa depan, remaja yang dikejar pertanyaan, cita-citanya apa? Continue reading Dialog (Jangan) dalam Diam→
Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Itu idiom motivasi zaman dulu. Sekarang menurut saya, kalau ada koneksi internet, pasti ada jalan!
Berikan saya koneksi internet yang bohai, saya akan mengubah dunia. Nah, ini bisa agak berlebihan tapi ada benarnya. Setidaknya itu yang saya temukan di pengalaman hidup beberapa tahun ini, setelah berani mencumbu dunia online. Continue reading Kalau ada Koneksi Internet, Pasti ada Jalan→
Yuk melali bareng sambil bercerita tentang Batur, Kintamani, Bangli. Kita jalan-jalan sambil mencatat, motret, merekam, dan mengabarkan apa yang kita temukan: budaya, kuliner, wisata, sosial, apa saja.
Selusin plus satu laki dan perempuan bertekad memerangi kebodohan mereka membuat cupcake. Datanglah seorang gadis berputra dua yang menjadi guru pembasmi kebodohan ini. Continue reading Nafsu dan Asmara itu Cupcake→
Ikhwal mahakarya ini lahir ketika Bani, lelaki 4 tahun ini menciut nyalinya mendnegar gelegar guntur dan kilatan petir, plus hujan yang datang tiba-tiba. Ini bukan yang pertama dia super ketakutan seperti itu. Sebelumnya pernah sampai sembunyi di bawah meja di kantor Sloka, trus lima menit kemudian ketiduran di kolong meja.
Berkali-kali diajak ngobrol bagaimana terjadinya hujan, dan kenapa harus ada guntur dan petir, ga mempan. Sampai bikin istilah petir itu ibarat kentutnya langit karena dia sakit perut kebanyakan angin dan air hujan. Ga ngaruh… Continue reading Mahakarya Hujan, Petir, dan Guntur→