123 milyar dana JKBM untuk 2,5 juta orang

Kecuali Kabupaten Jembrana, tujuh Kabupaten dan Kota Denpasar di Bali menandatangani MoU Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Kamis, di Kantor Gubernur Bali. Program ini diberikan hanya untuk penduduk dengan KTP Bali dan belum mempunyai jaminan kesehatan, yang jumlahnya diperkirakan 2.536.886 jiwa.

“Kemampuan masyarakat Bali mengakses kesehatan tidak merata, karena itu JKBM memberikan akses pada warga Bali yang belum tertanggung,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika, di hadapan otoritas kesehatan kabupaten.

Dalam perjanjian kerjasama ini, Pemprov akan memberikan dana hibah kepada RSUD di seluruh Kabupaten dan Kota sebesar Rp 123, 2 milyar. Pendanaan ini ditanggung bersama oleh Provinsi dan Kabupaten yang terlibat. Penerima dana JKBM terbanyak RSUD Buleleng sebesar Rp 24,5 milyar, Tabanan, 19,8 milyar, dan Gianyar Rp 18,2 milyar. Hanya Kabupaten Jembrana tidak ikut skema pendanaan JKBM ini karena sudah punya program kesehatan gratis yang dikelola kabupaten, Jaminan Kesehatan Jembrana. Continue reading 123 milyar dana JKBM untuk 2,5 juta orang

Pawai Budaya Bhineka Tunggal Ika

Tetabuhan Baleganjur (gamelan Bali) terdengar di tengah guyuran hujan jalanan di Kota Manado, Jumat sore. Belasan anak muda asal Bali berbaur bersama ratusan orang lain dari berbagai lintas etnis mengkampanyekan Bhinekka Tunggal Ika dan Pancasila, ideologi Bangsa Indonesia.

Kelompok Baleganjur ini seniman muda dari Sanggar Kusuma Wijaya, Taas, Manado. Mereka adalah anak-anak asal Bali yang tinggal di Manado. Baru kali ini mereka terlibat dalam pawai budaya dan ikut secara spontan tanpa persiapan khusus. Perangkat gong yang digunakan adalah milik Pura Taas, tempat peribadatan warga Hindu di Manado yang dibuat secara swadaya. Continue reading Pawai Budaya Bhineka Tunggal Ika

Pariwisata Jangan Memperalat Keberagaman

Oleh LUH DE SURIYANI

Sejak pagi, Markus Pandelaki, 46, warga Suku Tombulu, Kecamatan Tomohon Tengah, Sulawesi Utara bersiap dengan atribut tarian Cakalele di tubuhnya. Padahal ia baru akan menari lewat tengah hari, pada Selasa (26/1). Di tubuhnya melekat sekitar 20 kilogram pakaian kebesaran seorang panglima perang.

Misalnya di kepalanya bertengger mahkota dengan hiasan kepala. Ada puluhan helai bulu burung Rangkong khas Sulawesi dan tengkorak kepala monyet. Belum lagi hiasan dari hewan-hewan lain di sekujur tubuhnya, seperti taring rusa, kepala burung hutan, dan lainnya. Penanda keberanian dan penakluk. Continue reading Pariwisata Jangan Memperalat Keberagaman

ANBTI Mengajak Terus Melawan UU Pornografi

Oleh LUH DE SURIYANI

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta elemen masyarakat nusantara terus mendukung penolakan pada Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang saat ini dalam uji materiil yang ditangani Mahkamah Konstitusi.

Hal ini diungkapkanya dalam pidato pembukaan Simposium Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) untuk kawasan Indonesia bagian timur dan tengah, yang dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu. Continue reading ANBTI Mengajak Terus Melawan UU Pornografi

PJKBM Dinilai Diskriminatif dan Birokratis

Hingga hari ke-5 pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), nama program pemberian pelayanan kesehatan gratis dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika ini, belum banyak warga yang memanfaatkannya. RS Sanglah, rumah sakit rujukan terbesar di Bali ini belum melakukan sosialisasi pada pasien karena belum ada petunjuk teknis.

JKBM juga dinilai cenderung birokratis dan sangat sedikit layanan yang dibiayai secara gratis. “Kasus darurat seperti kecelakaan malah tak tertanggung,” ujar I Wayan Sukra, Rabu. Sukra tengah mengantre untuk membayar perawatan keponakan perempuannya yang ditabrak motor.
Continue reading PJKBM Dinilai Diskriminatif dan Birokratis

Bangganya Menteri kita Punya Saloon

Tak sengaja nonton tayangan berita di Trans 7 tentang uji coba wartawan pake mobil baru menteri. Dua menteri yang menurut aku harusnya paling punya rasa empati dan kemanusiaan, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dan Menteri Agama Surya Darma Ali, malah memperlihatkan kesombongan semu atas mobil yang katanya seharga 1,3 milyar itu.

“Pantas dong menteri dapat penghargaan dengan mobil ini. Itu penghargaan negara pada kami. Kalau mobil bagus kan sangat membantu kerja kita,” begitulah kira-kira komentar salah seorang menteri di atas.

Siapa yang menghargai siapa? Emang negara pernah minta persetujuan kita untuk mobil seharga pendapatan lebih dari 2000 pekerja dengan UMR kurang dari Rp 600 ribu itu? Continue reading Bangganya Menteri kita Punya Saloon

Ibu Ayu, I Cant do What u Did

Jumaendah, demikian nama gadis Ibu Ayu, 50 tahun. Sejak 2005, Ayu telah menemani  sedikitnya 100 pasien miskin dari berbagai wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencari pengobatan ke Bali. Pada Selasa (15/12), Ayu menemani Riyan Saputra, remaja 15 tahun dari Selong, Lombok Timur.

Riyan saat ini membutuhkan bantuan karena mengidap tumor kelenjar getah bening di lehernya. Riyan terlihat lemah dengan benjolan besar di leher kirinya. Besarnya hampir menyamai ukuran kepala remaja kelas III SMP ini. Ia dirawat di kamar kelas III RS Sanglah Denpasar setelah Rumah Sakit Mataram menyerah dan merujuknya ke Denpasar. Continue reading Ibu Ayu, I Cant do What u Did

Aku, Dagang Lumpia, dan Anaknya

Selasa ini adalah hari tergopoh-gopoh yang kesekian kali. Baru mau nyantai nonton, ada telepon, “Luhde, ini ada pemeriksaan hewan di maruti sekarang,” ujar suara Iluh wartawan enerjik tivi ini di seberang sana. Untung jarak dari rumah dekat, langsung aku tancap gas. Untungnya lagi, si Bani udah siap “disetor” ke bude pengasuhnya di depan rumah. Tinggal isi kotak makan siangnya dan dadah-dadah ma Bani bentar. Sampai di Maruti, foto-foto kambing dari berbagai pose dan baju penuh bau kambing. Continue reading Aku, Dagang Lumpia, dan Anaknya

di mana pikiran beristirahat