All posts by lodegen

Craziest Jakarte

Entah kenapa, saya gak pernah menikmati jakarta. Pertama karena macet tentu saja. Ketika baru beranjak dari bandara Solekarno Hatta, hati ini pasti langsung dagdigdug dan lalu berharap-harap. Please dong, kasi saya anugerah terindah di Jakarta yaitu jalanan lancar. Bolehlah macet bentar tapi cuman 10 menit, ga boleh lebih.

Pertanyaan kunci ke abang supir taxi, selalu sama. “Bang, berapa lama nyampe di hotel anu? Macet gak ya?” Jawabannya ya slalu sama, walau saya sudah bisa menebak. Continue reading Craziest Jakarte

Resah dan Gelisah seorang Jurnalis

Kepada Yth. Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia
Hal : Surat Terbuka
Judul : Membagi Rata Tanggung Jawab Integritas

Dengan hormat,
Kebebasan pers kita terancam. Oleh pemilik media. Fenomena klasik yang jamak. Apanya yang baru?

Bahkan orang menambahkan: oleh pemasang iklan juga. Juga lembaga rating. Lalu dalam kalimat susulan: hampir di semua negara mengalami hal yang sama, bahkan di negara maju yang amandemen pertama konstitusinya adalah tentang kemerdekaan pers! (sekalipun).

Jadi, pandai-pandai lah meniti buih, kata para wartawan senior. Itulah seninya bekerja sebagai wartawan di industri media. Lagipula bekerja di media mana pun akan sama saja situasinya. Bila tidak suka intervensi pemilik, maka pilihannya melawan atau mundur. Atau ganti profesi. Continue reading Resah dan Gelisah seorang Jurnalis

Kejutan-kejutan Menyenangkan di Magibung Day

magibung-blog

Walau dah beberapa hari berlalu, sayang deh kalau ga nulis soal ini. Ada banyak kejutan di arena Magibung Bareng BBC-Pesta Blogger 2008, 18 November kemarin di Desa Budaya kertalangu, Denpasar.

Pertama, soal dandanan MC Saylow-Dian Ina yang aduhai malam itu. Dian khususnya, pake kebaya, kain batik, dan ikat kepala ala mbok petani aduhai. Mbak Dian yang kerja di Komaneka Gallery Ubud ini emang lihat sikon banget. Acaranya kan di resto tengah sawah. Sayang, Dian ga sempet memamerkan kebolehannya berkubang lumpur di tengah sawah bermesraan ma sapi. Hehe…

Oya, yang kurang itu kayanya bekas sisa lumpur di pipi deh Dian, biar lebih natural gitu. Nah, kalo Saylow sih sebenarnya standar, pake kamen, udeng batik, dan selendang di bahah puser gaya ABG ngayah di banjar. Masih aja ngrasa ABG, perasaan umur dah lebih dari 30. Ouhggh.. Continue reading Kejutan-kejutan Menyenangkan di Magibung Day

Good God

Saya ingin mengkoleksi artikel seperti ini, untuk warisan saya nanti.
…………………

Gusti Allah Tidak “nDeso” Oleh: Emha Ainun Nadjib

Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. “Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yangampeyan pilih?”

Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.” “Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya. “Ah, mosok Allah ndeso gitu,” Continue reading Good God

Pengguna Alat Kontrasepsi Pria di Bali Hanya 0,1 Persen

Upaya menahan laju penduduk di Bali terhadang kesenjangan penggunaan kontrasepsi antara pria dan wanita. Total pria pengguna kontrasepsi hanya 0,1 persen dari seluruh pengguna kontrasepsi di Bali yang berjumlah sekitar 625 ribu.

“Kesertaan KB (Keluarga Berencana) pria di Bali dari tahun ke tahun terus menurun. Survei Demografi Kependudukan Indonesia pada 2007 menyatakan penggunaan alat kontrasepsi pria di Bali hanya 0,1%, jauh dari target,” ujar Kepala Dinas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali I Ketut Sutjita, Rabu kemarin.

Sedangkan target program Pembangunan Nasional 2001 adalah 8% pria yang melakukan program kontrasepsi. Pilihan metode kontrasepsi bagi pria penggunaan kondom atau vasektomi. Sementara senggama terputus dan pantang berkala dinyatakan paling besar potensi kegagalannya. Continue reading Pengguna Alat Kontrasepsi Pria di Bali Hanya 0,1 Persen

Iklan di Meja Makan


blog-iklan-sosro

Eh, pas makan tipat Singaraja di kawasan kaki lima PJKA, nemu iklannya sebuah perusahaan teh botol. Baru tau ada iklan-iklan cerdik seperti ini. Congratulation untuk tenaga kreatif iklannya. Kadang-kadang kalau lihat iklan bagus gitu, pengen juga ngrasain kerja di biro iklan.

Biro iklan di Bali yang oke apa ya??? Please tell me…

Kejutan Buku Runtuh dari Youth Corner

Kamis dan Jumat ini adalah hari yang cukup bersejatah bagi NakNik, komunitas anak-anak di gang kami. Untuk pertama kalinya, NakNik ketiban durian runtuh, dapet sumbangan buku 7 dus. Weleh… weleh… buanyak banget. Ada buku pelajaran SD, SMP, komik, majalah anak, remaja, dan lainnya.

Yang tergopoh-gopoh bawa ke rumah, markasnya Naknik di SUbak Dalem ini adalah Eka Dharmartha, dibantu Lindia Palupi dari The Youth Corner Bali. Continue reading Kejutan Buku Runtuh dari Youth Corner

Tiga Jam Make Up Calon Ratu Kuta Karnival

Delapan perempuan asing mengikuti ajang pemilihan King dan Queen Kuta Karnival di Pantai Kuta, Rabu ini. Untuk pertama kalinya, mereka dihias ala Bali. Proses make up yang melelahkan karena sebagian di antaranya dihias selama tiga jam.

Seperti dialami oleh empat perempuan muda, Ashley Greavef, Natasha Griffin, Kylie, dan seorang peserta Thailand Ploy Canmy. Selama tiga jam mereka berada dalam satu kamar kecil di salah satu ruangan Satgas Pantai Kuta.

“For me, it just fun. A day to be a Baliness girl,” said Natasha smilling. Continue reading Tiga Jam Make Up Calon Ratu Kuta Karnival

Bloggers reveal the other side of the famous Kuta Beach

Luh De Suriyani ,  The Jakarta Post ,  Kuta   |  Tue, 10/21/2008 11:27 AM

|  Bali

As many as 20 bloggers from the Bali Blogger Community (BBC) have gathered with one goal – to reveal the other side of one of the island’s hotspots, the famous Kuta Beach.

“We are challenged to find the old face of Kuta, not the modern one where Kuta is merely known as a beach area that is full of nightclubs and tourists,” Putu Hendra Brawijaya, one of the BBC members, told reporters Saturday.

“Besides, we are conducting this field trip so we won’t forget the historical side of this area,”he added. Continue reading Bloggers reveal the other side of the famous Kuta Beach