Berahi mulai meluap karena hari makin terik. Jalanan yang cukup hangat saat itu, makin menyemangati kami. Continue reading Orgasme Hari Ini Part II
Orgasme Hari Ini
Cuit..cuit…akhirnya valentine-an. Setelah seperempat abad tidak ada peristiwa istimewa di pink day ini. Masih mending deh ada satu hari di mana kasih sayang punya momentum. Kadang memang sesuatu harus ditandai, walau kita melakukannya tiap saat. Yah, misalnya kaya BBC yang (mesti) ada launchingnya.
Dari pada di Aceh dan Padang yang pemerintah setempatnya melarang segala sesuatu (tindakan, peristiwa, ide) soal valentine day ini. Gila, ide aja dilarang. Alasannya nggak logis dan cenderung merendahkan remaja. Takut anak muda terjerumus dalam….(tahu sendiri kan lanjutannya…)
Baiklah, soal orgasme. Yup, orgasme hari ini. Ayah Bani mengeluarkan jurus barunya (yang sebelumnya ditanggap dingin, apatis, hedon).
Setelah menitipkan Bani (maaf, nak. Bani belum bisa nyoba kaya gini) ke bude-nya, Ayah langsung tancap gas ke Sanur. Ia sudah menyusun rencana-rencana khusus untuk mempraktekkan jurusnya itu.
### Maaf, sudah hampir tengah malam, dan aku harus menyusul Bani (dan Ayah ke kasur). Besok lanjut lagi…….
Nyaris Tiap Hari Ada Berita Kematian Akibat AIDS
Kilas Balik 20 Tahun HIV/AIDS di Bali
Beberapa waktu lalu, seorang pria yang terinfeksi HIV meninggal di Rumah Sakit Sanglah. Kondisi tubuhnya tidak bisa menahan gempuran gejala penyakit akibat Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang telah lama menyerang kekebalan tubuhnya. Kekebalan tubuhnya cepat merosot karena pria ini tidak mendapat pengobatan sedikit pun.
Akibatnya, fase Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), suatu kondisi adanya sekumpulan gejala penyakit di tubuh, dengan cepat diidap pria muda ini. Sang istri menyesal karena terlambat tahu bahwa ada terapi pengobatan untuk orang dengan HIV atau AIDS (Odha) seperti suaminya.
Sampai si suami tergolek lemah berminggu-minggu di rumah sakit pun, keluarga mempercayai kerabatnya kena ilmu hitam (ada nak ririh). Mereka tak mau menerima anaknya dinyatakan positif HIV. Hanya sang istri yang mengakui dan dengan ikhlas terus merawat suaminya yang sudah sulit berbicara itu. Continue reading Nyaris Tiap Hari Ada Berita Kematian Akibat AIDS
Ruang Demokrasi itu Kini, Blog-spere
![]()
I Wayan Juniartha dan Profesor Adrian Vickers meyakinkan kami, Bali Blogger Community, untuk terus ngeblog saat launchingnya, 10 Februari ini di Danes Art Veranda.
Adrian Vicker, antropologist yang termasyur karena sejumlah bukunya tentang Bali dan Indonesia jadi referensi untuk mahasiswa, dosen, peneliti, wartawan, dan sebangsanya. I Wayan Juniartha, wartawan cum budayawan Bali yang berhasil menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi nyleneh bin seksis itu lewat jiwamerdeka.blogspot.com
Keduanya bersemangat menyambut aksi-aksi pan belog-men belog belogger bali, mengapresiasi dunia yang makin berubah. “Blog adalah ruang demokrasi itu,” ungkap Adrian Vicker yang tampil gaul-pakaian adat Bali lengkap dengan tindikan telinganya itu.
Manifesto Blogger Bali
sign-spanduk.jpg
Kebebasan informasi dan berekspresi adalah hak asasi.
Karena itu, kami menolak penyeragaman informasi.
Mai ngeblog apang singbelog!
Denpasar, 10 Februari 2008
BaliBloggerCommunity
www.baliblogger.org
Inilah Salah Satu Multivitamin Itu
NakNik: Kalau TPA Penuh, Sampah Dibuang Ke Lapangan Renon Aja…
Aksi Anak-anak Memahami Sampah
Sinetron dan dongeng, dua hal yang menjadi kesukaan anak-anak kini. Kisah puteri dan pangeran tak pernah hilang dari memori anak-anak. Puluhan anak-anak di daerah Subak Dalem, Denpasar Utara juga memilih cara ini untuk memahami pendidikan lingkungan hidup.
Minggu, 3 Februari lalu 12 anak-anak yang tergabung dalam kelompok NakNik itu mementaskan drama yang berjudul “Kisah Puteri dan Pemulung”. Tokoh utamanya adalah Puteri dari Kerajaan Subak Carik yang mencari pasangan. Dari sekian orang pelamar, seorang pemulung memberanikan diri mendaftar.
“Aku adalah penyelamat bumi. Kalau tidak ada aku sampah-sampah bisa membuat banjir. Aku juga bisa menghasilkan banyak uang hanya dengan mendaur ulang sampah,” kata si pemulung yang diperankan Made Sudarsana bangga. Akhirnya pemulung ini dipilih Puteri karena sesuai dengan kondisi kerajaan yang membutuhkan penyelamat dari kepungan banjir. Continue reading NakNik: Kalau TPA Penuh, Sampah Dibuang Ke Lapangan Renon Aja…
Sampah (Kali ini) Bawa Berkah
Bagi NakNik dan penghuni Gang V Jalan Subak Dalem, Minggu (3/2) kemarin boleh jadi salah satu minggu yang riang. Untuk pertama kalinya NakNik Community berinteraksi dengan komunitas lain dan untuk pertama kalinya semua ibu2 di gang V ini berkumpul.
Tumben, anggota NakNik berkumpul semua, sekitar 20-an anak. Dari umur 3-14 tahun. Sejak Sabtu mereka menyiapkan pementasan teater berjudul “Puteri Mencari Pemulung” untuk dipentaskan pada Minggu itu, di depan Gusman dan Bli Tut Nartha dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka berbaik hati datang berbagi informasi soal pengolahan sampah.
Sementara sebanyak 20 ibu-ibu tumpah ruah di rumahku untuk arisan pertama. Kegiatannya sih biasa, tapi ini jadi awal yang merekatkan kekerabatan di Gang V ini. Arisan ini akhirnya terwujud, setelah sekian lama dipending, dengan alasan ibu-ibu belum termotivasi untuk ikutan arisan.
Arisan perdana ini jadi, juga karena agenda NakNik yang mengundang PPLH Bali. Kegairahan anak-anak inilah yang menumbuhkan semangat bagi ibu-ibu mereka.
Saya seperti melihat miniatur banjar atau komunitas desa. Terbukti, jika masyarakat (sebodoh-bodohnya mereka) sesungguhnya akan bergerak jika disuntik sedikit saja. Di tengah-tengah kebodohan dan kesejahteraan itu, yang juga penting adalah dorongan untuk bangkit. Barangkali karena hal inilah para EQ trainer begitu laris… Continue reading Sampah (Kali ini) Bawa Berkah
No Money, More Honey
…ini diskusi in bed. sepanjang minggu ini bersama bani juga.
Baru Nyoba Flickr, Kurang Apa Nih?
Nanya Anton, “Enaknya ratusan foto Thai diposting di mana? Multiply atau Flickr?”
“Di Flickr aja, kan langsung konek ke blogmu,” jawab Anton, Ayahnya Bani. Maka dengan cekatan si ayah nunjukkin cara posting dan ng-link ke blog. Now, aku dah lupa tahapan-tahapannya. Otak ni, gak mudah kompromi ma IT.
Tapi ternyata ribet juga untuk upload banyak foto. Makanya dikit-dikit dulu. Yah, masih nunggu dulu untuk share ke geng perjalananku (Boim, Odith, Ibnu, Master, bli Pierre). Ntar foto2 lain nyusul…
