Category Archives: Jalan-jalan

Kopdar Berbagi Tak Pernah Rugi

logo berbagi tak pernah rugiSloka Institute, lembaga pengembangan media, jurnalisme, dan informasi di Bali mendukung Bali Blogger Community (BBC) untuk kegiatan Berbagi Tak Pernah rugi. Kegiatan pertama adalah, pelatihan teknologi dan komputer untuk anak-anak di Sanggar Anak Tangguh, Guwang, Sukawati, Gianyar.

Dilaksanakan pada Minggu, 7 dan 14 Juni ini, mulai pukul 09.00-12 Wita. Minggu pertama adalah trainning dan minggu kedua evaluasi sekaligus kopdar dan jalan-jalan eksplorasi Guwang, salah satu bengkel kesenian di Bali.

Kontribusi yang dibutuhkan sebanyak-banyaknya adalah relawan pendamping pelatihan, laptop sekitar 20 unit, koneksi internet, konsumsi, souvenir, dan lainnya. Perusahaan atau individu yang berminat mendukung program eksplorasi anak berbasisi teknologi ini , bisa kontak di halaman ini. Continue reading Kopdar Berbagi Tak Pernah Rugi

Tum Nyawan Aman Bagi Perut Bule?

Seorang turis, Matt dan istrinya dari Swedia, pekan lalu datang ke Pusat Informasi Turis di Dinas Pariwisata Denpasar, Jalan Surapati.

Ia membawa peta wisata kota Denpasar dan meminta petunjuk dari petugas di sana, dimana saja bisa mendapatkan makanan tradisional Bali. “Yang membuat saya tidak sakit perut, ya,” Matt dan istrinya nyengir. Mereka berpikir lebih mudah mendapatkan banyak varian makanan tradisional di Denpasar.

Saya lihat petugas menunjukkan Pasar Badung, yang memang dekat dengan lokasi Matt saat ini. Namun, agaknya Matt dan istrinya masih kebingungan. Continue reading Tum Nyawan Aman Bagi Perut Bule?

Mabok Lagi, Akh…(Mabok Bergembira)

jukung-blog1Ini adalah yang kesekian kalinya mabok laut. Dua kali perjalanan laut mabuk bergembira bareng pacar dan suami. Aku mabok kan biasa. Ya gak biasa, mas antonemus mantan pacarku ini.

Konon, kangmas adalah nelayan tangguh di kampungnya di Lamongan dulu. Pesisir utara Jawa Timur adalah tongkrongannya ketika culun dulu. Tak heran, dia sangat menyukai laut, makanan laut, en katanya paham jenis-jenis ikan. Yang terakhir, belum sepenuhnya benar karena kadang salah nebak ikan.

Sekira 36 jam lalu, kangmas anton tunduk (lagi) pada gelombang dan kapal laut. Kini, lautan selat Bali menuju Nusa Lembongan. Gaya mabok laut kita beda. Saya pasrah menumpahkan isi perut pada tas plastik, kalo ayah lebh suka ngasi makan ikan dengan isi perutnya. Continue reading Mabok Lagi, Akh…(Mabok Bergembira)

Seaweed, Here I Come…

lembongan-blog

Jam 2 dini hari, last day on 2008. Kangen Nusa Lembongan dan petani-petani rumput laut, membuat saya terjaga. Lima jam lagi saya akan berangkat memenuhi hasrat bareng anak-anak BBC dan beberapa temen lain yang mendukung baksos BBC di sana.

Kangen ini saya nikmati dengan membuka file foto lama ketika ke Lembongan beberapa bulan lalu. Saya suka sekali Nusa Lembongan. Continue reading Seaweed, Here I Come…

Craziest Jakarte

Entah kenapa, saya gak pernah menikmati jakarta. Pertama karena macet tentu saja. Ketika baru beranjak dari bandara Solekarno Hatta, hati ini pasti langsung dagdigdug dan lalu berharap-harap. Please dong, kasi saya anugerah terindah di Jakarta yaitu jalanan lancar. Bolehlah macet bentar tapi cuman 10 menit, ga boleh lebih.

Pertanyaan kunci ke abang supir taxi, selalu sama. “Bang, berapa lama nyampe di hotel anu? Macet gak ya?” Jawabannya ya slalu sama, walau saya sudah bisa menebak. Continue reading Craziest Jakarte

Bloggers reveal the other side of the famous Kuta Beach

Luh De Suriyani ,  The Jakarta Post ,  Kuta   |  Tue, 10/21/2008 11:27 AM

|  Bali

As many as 20 bloggers from the Bali Blogger Community (BBC) have gathered with one goal – to reveal the other side of one of the island’s hotspots, the famous Kuta Beach.

“We are challenged to find the old face of Kuta, not the modern one where Kuta is merely known as a beach area that is full of nightclubs and tourists,” Putu Hendra Brawijaya, one of the BBC members, told reporters Saturday.

“Besides, we are conducting this field trip so we won’t forget the historical side of this area,”he added. Continue reading Bloggers reveal the other side of the famous Kuta Beach

Bloggers Day Out on Kuta Karnival

Fieldtrip Bali Blogger Community untuk Kuta Karnival
Jejak Pluralisme dan Industri Kuta

Kuta masa kini yang nampak adalah hingar bingar cafe, pub, surfing, dan gemuruh malamnya. Sangat sulit mendapatkan tawaran berwisata sejarah Kuta dari agen travelling atau bahkan karib sendiri. Salah satunya, karena jejak-jejak masa lalu Kuta mulai terkikis dan sumber informasinya pun minim.

Kuta bisa lebih berbangga hati karena dibesarkan oleh nilai-nilai pluralisme dari keberagaman etnis penduduknya dan saling pengertian. Nah, inilah pentingnya “monumen” pluralisme dan saling pengertian itu menjadi atraksi wisata tersendiri.

Soal pluralisme, amat banyak dan beragam jejak hidupnya. Misalnya tempat ibadah tempo dulu, kampung-kampung bugis, madura, dan lainnya. Penduduk multi etnis inilah yang kemudian mewarnai perdagangan dan industri Kuta kini. Continue reading Bloggers Day Out on Kuta Karnival