Category Archives: Bebas

"Jangan Baca Berita Tanda Bintang"

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.

The Beginning…

Februari Maret ini dipenuhi dengan kemungkinan-kemungkinan. Pertama kemungkinan masa yang suram dalam upayaku untuk menambah saldo untuk permak rumah. Ah, ini mah bukan kemungkinan lagi. Udah pasti nok….

Lalu, pindah kantor Sloka ke Noja Ayung. Kantor sebelumnya di Drupadi sudah habis kontrak, dinaikkan harganya ma broker, service buruk, suasana muram durja, lalu apa yang perlu dipertahankan? No execuse. Harus pindah! Yang lebih murah, long term office, menghemat biaya operasional, minimalis (merujuk ke semua hal yang serba minimal bukan interior). Continue reading The Beginning…

Anakku, Jangan Jadi Tukang IT ya

Ayah suka kalau Bani udah ngobrak-abrik PC, laptop, nyopot kabel-kabelnya. “Ntar jadi hacker ya,” serunya girang. Kini, setelah ngobrol ma isoul, aku gak terlalu girang dengan dunia IT yang boom itu.

Isoul yang kartunis dan desainer yahud itu cerita kalau dia nggak terlalu ngoyo juga ngayuh duit dari dunia IT. Padahal kesempatan dan bakatnya nyambung banget. Isoul bisa jadi salah satu figur masa depan dunia IT. Dia bisa nulis, mrogram, bikin kartun, ngdesain, utak atik html, dan sebangsanya. Continue reading Anakku, Jangan Jadi Tukang IT ya

Dont Marry Rock Star – a Tribute for Nyonya M

Pagi-pagi di Subak Dalem. Kita bertiga ngobrol di meja makan. Ayah nyeletuk komporannya Andre Ramayadi di blognya. Isinya begini,

Apakah anda seorang fans berat Ahmad Dhani dan merupakan seorang blogger? Jika ya, maka lebih baik mulai sekarang singkirkan Ahmad Dhani dari list artis / musisi favorit anda. Mengapa ? karena pada hari ini 20 Februari 2008, pkl 12.45 salah satu televisi swasta dalam siaran infotainmentnya

menyiarkan statement yang keluar dari mulut sang bintang, berikut cuplikannya :

“Orang yang membuat blog di Internet adalah orang yang kurang kerjaan”
“Orang yang membaca blog di Internet adalah orang-orang bodo!” (komen untuk blog Maia)

Aku ngakak. Kesenengan dengan kekalahan Dhani. Akhirnya… Continue reading Dont Marry Rock Star – a Tribute for Nyonya M

Sad Ending

Kunjungan saya ke kantor KPA Bali, Jl Melati pada Senin (18/2) Februari lalu itu benar-benar menjadi klimaks. Sad ending. Penyesalan dan kekecewaan saya membuncah.

Padahal hari itu saya membawa semangat yang bertumpuk ke KPA. Saya merencanakan akan membuat beberapa artikel Lentera media cetak dengan tenang sambil makan siang. Saya mengemas makan siang dari rumah, lengkap dengan air minumnya. Tumben banget, padahal saya biasanya selalu minta air di Rai-IHPCP. Nggak tahu, mungkin saking semangatnya mau menghabiskan setengah hari itu di KPA. Continue reading Sad Ending

Orgasme Hari Ini

Cuit..cuit…akhirnya valentine-an. Setelah seperempat abad tidak ada peristiwa istimewa di pink day ini. Masih mending deh ada satu hari di mana kasih sayang punya momentum. Kadang memang sesuatu harus ditandai, walau kita melakukannya tiap saat. Yah, misalnya kaya BBC yang (mesti) ada launchingnya.

Dari pada di Aceh dan Padang yang pemerintah setempatnya melarang segala sesuatu (tindakan, peristiwa, ide) soal valentine day ini. Gila, ide aja dilarang. Alasannya nggak logis dan cenderung merendahkan remaja. Takut anak muda terjerumus dalam….(tahu sendiri kan lanjutannya…)

Baiklah, soal orgasme. Yup, orgasme hari ini. Ayah Bani mengeluarkan jurus barunya (yang sebelumnya ditanggap dingin, apatis, hedon).

Setelah menitipkan Bani (maaf, nak. Bani belum bisa nyoba kaya gini) ke bude-nya, Ayah langsung tancap gas ke Sanur. Ia sudah menyusun rencana-rencana khusus untuk mempraktekkan jurusnya itu.

### Maaf, sudah hampir tengah malam, dan aku harus menyusul Bani (dan Ayah ke kasur). Besok lanjut lagi…….

Sampah (Kali ini) Bawa Berkah

Bagi NakNik dan penghuni Gang V Jalan Subak Dalem, Minggu (3/2) kemarin boleh jadi salah satu minggu yang riang. Untuk pertama kalinya NakNik Community berinteraksi dengan komunitas lain dan untuk pertama kalinya semua ibu2 di gang V ini berkumpul.

Tumben, anggota NakNik berkumpul semua, sekitar 20-an anak. Dari umur 3-14 tahun. Sejak Sabtu mereka menyiapkan pementasan teater berjudul “Puteri Mencari Pemulung” untuk dipentaskan pada Minggu itu, di depan Gusman dan Bli Tut Nartha dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka berbaik hati datang berbagi informasi soal pengolahan sampah.

Sementara sebanyak 20 ibu-ibu tumpah ruah di rumahku untuk arisan pertama. Kegiatannya sih biasa, tapi ini jadi awal yang merekatkan kekerabatan di Gang V ini. Arisan ini akhirnya terwujud, setelah sekian lama dipending, dengan alasan ibu-ibu belum termotivasi untuk ikutan arisan.

Arisan perdana ini jadi, juga karena agenda NakNik yang mengundang PPLH Bali. Kegairahan anak-anak inilah yang menumbuhkan semangat bagi ibu-ibu mereka.

Saya seperti melihat miniatur banjar atau komunitas desa. Terbukti, jika masyarakat (sebodoh-bodohnya mereka) sesungguhnya akan bergerak jika disuntik sedikit saja. Di tengah-tengah kebodohan dan kesejahteraan itu, yang juga penting adalah dorongan untuk bangkit. Barangkali karena hal inilah para EQ trainer begitu laris… Continue reading Sampah (Kali ini) Bawa Berkah