Category Archives: Bebas

Siyal..siyal..

Aduh… Siyal, siyal. Tumben banget perut melilit sepanjang hari gini. Kayanya karena mens kelamaan. Setelah pake IUD alias KB pasang, mens-ku luama sekaleeeeeee, nyaris 2 minggu. Artinya aku mens tiap dua minggu sekali. Siyal..mana mens-nya buanyak banyak lagi. Tadi pagi, malah muncrat di seprei dan kasur.

Halo, dok, gimana nih, kenapa mens-ku lamanya kelamaan. Katanya cuma tiga bulan pertama aja mens-nya banyak. Kok, sekarang dah ampir 6 bulan nih. Jadi pengen buka aja nih si KB ’T” ni. Capek banget ngurus menstruasi.

Bani ruewel lagi. Lagi masuk angin plus sariawan di langit2 bibirnya. Aduk, hari ini ada dua mahluk di dalam rumah yang meringis. Melas-melas bujuk Bani maem sambil menahan mules, eh, digampar Bani. Hwaa…

Perayaan Setahun Jurnalisme Warga Bali, balebengong.net

Sebagai langkah awal, kami mencoba menggugah kesadaran dan partisipasi warga dalam portal jurnalisme warga serta bagian dari kampanye kebebasan informasi untuk publik.

Membuka kesempatan trainning singkat menulis kreatif dan mengetahui seluk beluk jurnalisme serta pelatihan ngeblog gratis. Continue reading Perayaan Setahun Jurnalisme Warga Bali, balebengong.net

Periksa Vagina Yuk…

Dimulailah kesibukan baru sebagai perempuan yang telah melakukan hubungan seksual aktif dan pernah melahirkan. Sebenarnya sih gak bikin sibuk amat, tapi harus membuat jadwal periksa dengan disiplin. Ada apa, kenapa?

Pertama, karena saya memutuskan menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau lebih ngetop dengan sebutan KB pasang. Nama AKDR saya “Cooper T”. Sebuah benda berukuran sekitar 10 sentimeter berbentuk “T” yang dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina. Tentu saja. Masa lewat pantat? Continue reading Periksa Vagina Yuk…

Bani's Patron

Bani, bayi 20 bulan ini sudah cakap mengatakan ayah…bunda… Kalo bunda masih belepotan. “Nda, nda..”

Sisa kalimat lainnya yang panjang-panjang itu, buat saya, sangat sulit diterjemahkan. Sori menyori, Bani my dear.

Yang bikin kalap adalah patron Bani. Ayah menyapu, bani ikut merebut sapu. Ayah nungging, bani jumpalitan. Ayah mencet tombol power komputer, Bani mencet sepuluh kali. Pyet… komputer hang and pingsan, gak bangun-bangun. Ayah ngorok, Bani sami mawon manut.

Ayah, behave…

UU ITE Mencoba Kembali Mengekang Kebebasan Informasi dan Berekspresi

Mahkamah Konstitusi telah menghapus pasal-pasal ancaman pidana bagi pencemaran nama baik dalam KUHP yang termasuk pasal karet karena kerap digunakan penguasa untuk memenjarakan pengkritiknya. Namun kini, Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang baru-baru ini disahkan malah berisi pasal-pasal terkait pencemaran nama baik dan penghinaan yang sangat membingungkan itu.

Isi UU ITE terkait ini mengancam semua pengguna dan penyedia informasi seperti pembaca, pembuat blog/web, pers, dan lainnya. Tak hanya itu, di DPR juga telah ada rancangan undang-undang Tindak Pidana Bidang Teknologi Informasi. Melihat judulnya, sangat jelas tujuan undang-undang ini.

Demikian rangkuman diskusi yang dilaksanakan Bali Blogger Community (BBC) di D’Palensa Cafe, Renon, Denpasar, Minggu (11/5). Diskusi interaktif ini menghadirkan pembicara I Ketut Jack Mudastra (Kabid Sistem Informasi Manajeman Badan Informasi dan Telematika Daerah (BITD) Bali, I Putu Hendra Brawijaya (Professional Web Desaigner, anggota BBC), dan Wayan “Gendo” Suardana (Ketua Persatuan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Bali. Continue reading UU ITE Mencoba Kembali Mengekang Kebebasan Informasi dan Berekspresi

Kebangkitan Pers Nasional?

Isoul, jurnalis kartun ini tiba-tiba ngucapin selamet hari pers di milis alumni akademika.

Selamat Hari Pers, ya,” gitu ucapannya.

Emang skarang Hari Pers ya? Whatever lah, yang penting ngartun. Perlu kredit kartunnya gak? Hehe.. dijelasin aja dikit ya. Yang nutupin mata, mulut si X bertopi PERS itu amplop. Semoga amplop kosong ya, biar si pers ketipu. hehe.. Continue reading Kebangkitan Pers Nasional?

Kompor Gas Bledug Pala Puyeng

SUatu hari di suatu bale banjar. Sekitar 200 warga banjar sudah berkumpul. Bale banjar itu penuh sesak oleh pria, wanita, dan anak-anak. Mereka sumringah karena akan mengisi formulir calon penerima kompor gas gratis. Program konversi minyak tanah ke gas itu lo…

Nah, semua warga udah dikasi formulir kuesioner dari Pertamina dan PT. Pos Indonesia (logo yang tertera di kop surat). Satu lagi yang dikasi adalah kartu pengambilan gas warna biru. Tiba akhirnya saat pak kelihan banjar memberi instruksi cara pengisian kuesioner. Oya, sebelumnya dia berkali-kali wanti-wanti warga untuk jangan ngisi sendiri, pasti salah deh.

Padahal pertanyaannya di formulir itu kayanya gak ada masalah, kita bisa ngisi ndiri lah. Ternyata jawabannya adalah:

1. Bahan bakar untuk memasak yang digunakan? Instruksi pak instruktor di banjar adalah: coret pilihan minyak tanah/kayu bakar semuanya ya. Kalau nyoret gas otomatis gak dapat kompor gas
2. Tingkat pengeluaran sehari-hari/bulan? Instruksi: jangan coret yang >1,5 juta. Ntar ketahuan gak miskinnya
3. Hasil survey? Instruksi: coret “layak diberikan” Continue reading Kompor Gas Bledug Pala Puyeng

Sensor…sensor…

Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

No : 001/AJI-Adv/ IV/2008
Hal : Siaran Pers AJI untuk disiarkan

AJI Mengecam Penyensoran terhadap YouTube

Pada 2 April 2008, Menteri Komunikasi dan Informatik Muhammad Nuh mengeluarkan Surat Edaran Kominfo Nomor 84/M.KOMINFO/ 04/08 yang meminta perusahaan penyelenggara jasa internet di Indonesia memblokir situs YouTube terkait pemuatan Film Fitna. Film yang dibuat Geert Wilders itu dianggap menghina Islam. Surat itu dikirimkan kepada 146 ISP (Internet Service Provider) dan 30 NAP (Network Access Provider) setelah pemerintah Indonesia gagal “menekan” Google untuk menghapus video Fitna dari situsnya.

Akibat permintaan pemerintah itu, beberapa perusahaan jasa internet seperti XL, BigNet, D-Net, FastNet Indonet, Speedy Telkom, menutup akses ke beberapa situs dan blog yang memuat film Fitna sampai batas waktu yang belum ditentukan. Continue reading Sensor…sensor…