Category Archives: Bali

Warga Perlu Mengawal Kebebasan Media

Sekitar 50 konsumen media di Bali mendiskusikan pelanggaran oleh media. Antara lain kurang diperhatikannya kepentingan publik, tidak jelasnya batas antara iklan dan berita, serta kurang terlibatnya warga sebagai konsumen media. Karena itu warga juga perlu berdaya untuk mengimbangi kebebasan media tersebut. Rembug warga konsumen media itu dilaksanakan di Danes Art Veranda, Denpasar Minggu (27/7) malam kemarin. Continue reading Warga Perlu Mengawal Kebebasan Media

Ayo, Konsumen Media Bersatu

Hasil Ngobrol Santai, Cafe Art, 19 Juli 2008
Persiapan Rembug Warga Konsumen Media

Beberapa hal yang didiskusikan:

Ikhwal gagasan rembug konsumen media: hasil diskusi, perbincangan milis, dsb soal kualitas informasi media. Misalnya terbatasnya ruang koreksi bagi pembaca, tingginya intensitas berita iklan yang terselubung, sulitnya bagi isu-isu non politik dan kriminal masuk ke meja redaksi. Selain itu Bali belum melakukan gerakan edukasi konsumen media sebagai upaya mengkritisi pemberitaan, melakukan koreksi, dan lainnya. Fakta yang tersembunyi adalah banyak yang tidak paham bahwa tanda bintang adalah iklan bahkan anggota DPRD, pejabat eksekutif, dll. Persoalannya berita macam ini bermuatan serius, berdampak psikologis, yang berdampak sangat luas pada publik.

Mengajak semua elemen/individu terlibat dalam rembug warga ini sebagai pelaksana dan peserta aktif: sebagai upaya mendidik konsumen media dan hak pembaca atas informasi untuk publik. Apalagi kita semua berkepentingan pada kualitas informasi di media. Pada pertemuan awal sabtu lalu (19/7) yang akan mengawal rembug warga ini adalah Walhi Bali, Bali Journalist Organizer, Sloka Institute, Kisara PKBI, Popo Danes. Lembaga atau individu lainnya silakan bergabung dalam pelaksanaan rembug nanti. Continue reading Ayo, Konsumen Media Bersatu

Perayaan Setahun Jurnalisme Warga Bali, balebengong.net

Sebagai langkah awal, kami mencoba menggugah kesadaran dan partisipasi warga dalam portal jurnalisme warga serta bagian dari kampanye kebebasan informasi untuk publik.

Membuka kesempatan trainning singkat menulis kreatif dan mengetahui seluk beluk jurnalisme serta pelatihan ngeblog gratis. Continue reading Perayaan Setahun Jurnalisme Warga Bali, balebengong.net

Nyoblos Gubernur Bali Hari Ini: Dipaksa Golput

Dua kawan, pagi-pagi benar sudah berteriak garang. Namanya tidak masuk list pemilih, padahal punya kartu pemilih. Ratna, wartawan Tokoh, sebal setangah mati karena tak bisa nyoblos di TPSnya.

Sementara bang yoskebe senewen, karena ibunya yang sudah meninggal malah ada di daftar, dia yang sudah menyiapkan diri sebulan ini melatih menusuk (hehe…) calon idamannya bisanya gigit kelingking. Maklum, ia mengharapkan kelingkingnya berwarna hitam karena celupan tinta tanda telah memilih.

Gak heran deh, nanti suara golput pati lebih dari 30%. aYO, berani bertaruh??? Sayang sekali, padahal mereka dipaksa untuk golput karena tak validnya data. Siyalnya lagi, media tak pernah memberi nilai pada angka golput ini karena diasumsikan warga aja yang males. So, beruntunglah kamu yang punya hak suara.

Pilkadal Bali tahun ini sungguh sulit diprediksi. Tiga calon gubernurnya (kalau ketiga wakilnya gak masuk hitungan persaingan, karena memang tidak proporsional), punya amunisi. Siapa pemennagnya???

The Battle of FKY and PKB

Seru sekali judulnya ya. Haha.. Maksudnya untuk menunjukkan genderang perang di bidang kesenian memang mesti berani ditabuh. Bahwa kesenian dan pertunjukkan seni budaya memang berani diadu. Bidang ini, antara lain seharusnya kompetitif dalam memuaskan hasrat penonton dan pemujanya.

Nah tahun ini, nyaris pada saat yang sama, Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) dihelat. Dari segi daerah pelaksana, dua provinsi ini juga layak diadu. Punya tradisi, kesenian, dan budaya yang dijual untuk pelancong. Keduanya juga sudah berusia cukup tua. FKY berusia 20 tahun, dan PKB, hampir 30 tahun. Nah, sekarang yang saya adu adalah bagaimana FKY dan PKB punya potensi memuaskan hasrat penontonnya? Karena saya yang menulis, pasti menuruti nafsu sendiri ya. Hehe

Tetapi, saya berusaha menguraikannnya untuk mendekati (sedikit) objektif dengan data dan fakta. Saya mulai dengan kesan pertama. Ketika menginjakkan kaki di Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Yogyakarta, pusat kegiatan FKY. Saya merasa jauh terpelanting dari suasana pasar malam PKB. Continue reading The Battle of FKY and PKB

Periksa Vagina Yuk…

Dimulailah kesibukan baru sebagai perempuan yang telah melakukan hubungan seksual aktif dan pernah melahirkan. Sebenarnya sih gak bikin sibuk amat, tapi harus membuat jadwal periksa dengan disiplin. Ada apa, kenapa?

Pertama, karena saya memutuskan menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau lebih ngetop dengan sebutan KB pasang. Nama AKDR saya “Cooper T”. Sebuah benda berukuran sekitar 10 sentimeter berbentuk “T” yang dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina. Tentu saja. Masa lewat pantat? Continue reading Periksa Vagina Yuk…

Kompor Gas Bledug Pala Puyeng

SUatu hari di suatu bale banjar. Sekitar 200 warga banjar sudah berkumpul. Bale banjar itu penuh sesak oleh pria, wanita, dan anak-anak. Mereka sumringah karena akan mengisi formulir calon penerima kompor gas gratis. Program konversi minyak tanah ke gas itu lo…

Nah, semua warga udah dikasi formulir kuesioner dari Pertamina dan PT. Pos Indonesia (logo yang tertera di kop surat). Satu lagi yang dikasi adalah kartu pengambilan gas warna biru. Tiba akhirnya saat pak kelihan banjar memberi instruksi cara pengisian kuesioner. Oya, sebelumnya dia berkali-kali wanti-wanti warga untuk jangan ngisi sendiri, pasti salah deh.

Padahal pertanyaannya di formulir itu kayanya gak ada masalah, kita bisa ngisi ndiri lah. Ternyata jawabannya adalah:

1. Bahan bakar untuk memasak yang digunakan? Instruksi pak instruktor di banjar adalah: coret pilihan minyak tanah/kayu bakar semuanya ya. Kalau nyoret gas otomatis gak dapat kompor gas
2. Tingkat pengeluaran sehari-hari/bulan? Instruksi: jangan coret yang >1,5 juta. Ntar ketahuan gak miskinnya
3. Hasil survey? Instruksi: coret “layak diberikan” Continue reading Kompor Gas Bledug Pala Puyeng

Bungut Gebuh 2 Milyar

I Wayan Juniarta, wartawan The Jakarta Post di Bali merangkum pembelian berita kampanye gubernur 2009 di Bali. Ini berita selengkapnya.

Capitalizing on the candidates’ enthusiasm, the Bali Post made a profit-driven decision to significantly increase the rates of its “advertorial news” pieces.

For a 400-word story and one photo to appear on page 2, 3, 4 or 5 of the paper, a candidate must pay Rp 1.5 million. Meanwhile, for a 600-word story and one photo on the paper’s front page, a candidate must pay Rp 10 million. Continue reading Bungut Gebuh 2 Milyar

"Jangan Baca Berita Tanda Bintang"

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.