Ayo, Konsumen Media Bersatu




Hasil Ngobrol Santai, Cafe Art, 19 Juli 2008
Persiapan Rembug Warga Konsumen Media

Beberapa hal yang didiskusikan:

Ikhwal gagasan rembug konsumen media: hasil diskusi, perbincangan milis, dsb soal kualitas informasi media. Misalnya terbatasnya ruang koreksi bagi pembaca, tingginya intensitas berita iklan yang terselubung, sulitnya bagi isu-isu non politik dan kriminal masuk ke meja redaksi. Selain itu Bali belum melakukan gerakan edukasi konsumen media sebagai upaya mengkritisi pemberitaan, melakukan koreksi, dan lainnya. Fakta yang tersembunyi adalah banyak yang tidak paham bahwa tanda bintang adalah iklan bahkan anggota DPRD, pejabat eksekutif, dll. Persoalannya berita macam ini bermuatan serius, berdampak psikologis, yang berdampak sangat luas pada publik.

Mengajak semua elemen/individu terlibat dalam rembug warga ini sebagai pelaksana dan peserta aktif: sebagai upaya mendidik konsumen media dan hak pembaca atas informasi untuk publik. Apalagi kita semua berkepentingan pada kualitas informasi di media. Pada pertemuan awal sabtu lalu (19/7) yang akan mengawal rembug warga ini adalah Walhi Bali, Bali Journalist Organizer, Sloka Institute, Kisara PKBI, Popo Danes. Lembaga atau individu lainnya silakan bergabung dalam pelaksanaan rembug nanti.

Konsep rembug nanti? (strategi, peserta, teknisnya, dll). Bentuknya dialog interaktif yang dipandu satu fasilitator. Lesehan di halaman belakang Popo Danes Art Veranda, Jl Hayam Wuruk. Minggu (27 juli) jam 4 sore. Mengundang beberapa keyperson seperti pemerhati media dan pengusaha media. Dalam rembug awalan ini akan lebih banyak brainstorming soal kualitas media saat ini dan kampanye hak konsumen media

Bentuk aksi sebagai tindak lanjut. Misalnya pernyataan sikap ke media, terbentuknya komunitas konsumen media di Bali, atau diskusi-diskusi lanjutan untuk kampanye hak publik atas informasi.

Hal lainnya yang relevan yang bisa ditindaklanjuti:

Perlu ada blog khusus yang menampung keluhan konsumen media, surat pembaca yang tidak masuk atau tidak direspon, koreksi, dll.
Newsletter sejenis
Diskusi reguler konsumen media: agar kontrol media dan informasi terus berjalan: setelah rembug, jika diapresiasi dengan baik akan ditindaklanjuti dengan seminar/FGD bersama dewan pers, legislatif, dll
Survei media

0 thoughts on “Ayo, Konsumen Media Bersatu”

  1. buat statemen bernada kritik ke media gak pernah bakalan digubris, apalagi soal kebijakan mereka yg jadi sumber uang. namanya juga “industri jurnalisme”

    tapi emang perlu digugat biar gak merugikan para pelanggan media tersebut.

    btw, bp kan emang buat iklan.

  2. hasilnya gimana mbok? jadi inget tulisannya mas anton edisi desember lalu. ntar lagi-lagi ada hak jawab tiba-tiba dari BP lewat tante bagian keuangannya. pake ngungkit-ngungkit masa lalu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *