Perda Pemeliharaan Anjing di Bali

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholder menggelar public hearing Rancangan Peaturan Daerah (Ranperda) Tentang Penanggulangan Rabies, di Kantor Gubernur, Kamis.

Dalam draft Ranperda ini untuk pertama kalinya Bali akan mengatur pemeliharaan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera. Continue reading Perda Pemeliharaan Anjing di Bali

Pemilu Bukan untuk Orang Sakit, Tuna Netra, Lansia

Sejumlah pemilih dengan berkebutuhan khusus seperti penyandang tuna netra, orang sakit, lansia dan buta huruf dan tidak bisa memilih, Kamis.

Seluruh pasien rawat inap RS Sanglah Denpasar tidak bisa menggunakan hak pilihnya. KPU tak lagi menyediakan TPS keliling di rumah-rumah sakit. Berdasarkan penelusuran di sal-sal perawatan sedikitnya 522 orang pasien dewasa yang dirawat inap, Kamis, saat pemungutan suara. Continue reading Pemilu Bukan untuk Orang Sakit, Tuna Netra, Lansia

Sentimen Anti Keberagaman Dinilai Menguat

Jaringan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) menilai sentimen anti keberagaman makin menguat di Indonesia. Sebanyak 15 aktivis dari 15 daerah di Indonesia melakukan pelatihan monitoring media untuk menganalisis pola dan kerentanan gerakan anti pruralisme.

Pelatihan ini dilaksanakan tiga hari hingga Kamis ini di Legian, Kuta. Peserta berasal dari Papua (termasuk Papua Barat), NTB, Bali, regio Sulawesi dan Maluku, region Jawa, dan Sumatera.

“Pemberitaan yang memotret anti keberagaman kini sangat tinggi di media-media Indonesia. Continue reading Sentimen Anti Keberagaman Dinilai Menguat

Perempuan Sulit Mengakses Pelayanan Kesehatan untuk Kehamilan Tak Direncanakan

Dua perempuan duduk dengan wajah pucat di ruang Klinik Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali, Rabu pagi.

Ni Wayan Armini, 42, dan Ni Ketut Murdati, 37 menunggu sesi konseling dengan wajah cemas. Hanya Armini yang ditemani suaminya.

“Saya sungguh tidak ingin punya anak lagi. Saya hanya buruh bangunan dan anak sudah besar,” ujar Murdati yang tinggal di Kerobokan, Kabupaten Badung. Continue reading Perempuan Sulit Mengakses Pelayanan Kesehatan untuk Kehamilan Tak Direncanakan

Donor Darah Pertama

bloody-balebengong Bloody Valentine pagi ini di Lapangan Renon diberkahi. Cuaca sangat cerah hingga tengah hari ketika kotak bank darah PMI Badung penuh hingga sulit ditutup. Jam 11.30, diputuskan waktu donor usai, sesuai rencana. Sekitar pukul 2, awan hitam tiba-tiba datang, dan sesaat kemudian, hujan luar biasa lebat.

Hasil sumbangsih darah hari ini adalah 52 kantong darah. Sebagian besar golongan darah O, lalu B. Hanya 4 kantong tipe A, dan dua kantong saja yang AB. Tak heran, dua tipe darah ini sulit dicari ketika banyak pasien membutuhkan. Continue reading Donor Darah Pertama

Tum Nyawan Aman Bagi Perut Bule?

Seorang turis, Matt dan istrinya dari Swedia, pekan lalu datang ke Pusat Informasi Turis di Dinas Pariwisata Denpasar, Jalan Surapati.

Ia membawa peta wisata kota Denpasar dan meminta petunjuk dari petugas di sana, dimana saja bisa mendapatkan makanan tradisional Bali. “Yang membuat saya tidak sakit perut, ya,” Matt dan istrinya nyengir. Mereka berpikir lebih mudah mendapatkan banyak varian makanan tradisional di Denpasar.

Saya lihat petugas menunjukkan Pasar Badung, yang memang dekat dengan lokasi Matt saat ini. Namun, agaknya Matt dan istrinya masih kebingungan. Continue reading Tum Nyawan Aman Bagi Perut Bule?

Awaz, KLB Mata Merah!

Ternyata mata merah adalah penyakit yang sangat berbahaya dan menular dengan cepat. Kenyataannya mamer (mata merah) ini mampu menonaktifkan semua kegiatan Anda dengan cukup sukses. Bahkan, menjauhkan anda dari blog, pesbuk, dll.

Yang lebih menakjubkan, rasa percaya diri langsung turun drastis. Tak berani menatap orang, anti sosial, dan bahkan dipantati pasangan Anda di kamar tidur. Sungguh kejadian luar biasa (KLB) secara personal dan socially.

Soal cara penularannya, adakah yang bisa memberi saya penjelasan kenapa mamer ini dapat menular lewat tatapan (bahkan sekali saja). BUkannya dia nempel di mata, kok bisa loncat ke udara??? plizzzzzzzzz…….help help Continue reading Awaz, KLB Mata Merah!

Belajar dari (alm) Tangkas dan Oktaf tentang Rabies

Ketut Orta, 48, bapak Ketut Tangkas Adi Wirawan (4) yang diberitakan meninggal karena dugaan rabies di The Jakarta Post kemarin hanya bisa pasrah dengan kematian anaknya.

Hingga kini ia tak tahu penyebab kenapa anaknya tiba-tiba meninggal. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menyatakan tidak ada konfirmasi penyebab kematian Tangkas karena tidak ada observasi khusus untuk melihat gejala rabies. Continue reading Belajar dari (alm) Tangkas dan Oktaf tentang Rabies

di mana pikiran beristirahat