Kuliner Ngangenin dari Nusa Lembongan




Foto: Luh De
Foto: Luh De

Nasi Lekutuh Campur dan Bubuh Komak khas Lembongan ini diserbu warganya sendiri saat dijual di Nusa Penida Festival. Dua menu ini disebut belum ada yang menjual dan kini makin jarang dimasak sendiri di rumah-rumah.

“Ini masakan masa kecil saya. Ketika ketela banyak sekali dibudidayakan dan jadi menu sehari-hari. Sebelum beras menggantikannya,” kenang Gede Adi. Ia menikmati suapan demi suapan dari sepiring Bubuh Komak.

Ketela juga kenangannya akan kampungnya, Nusa Lembongan yang terus berubah dan makin padat akomodasi wisata. Ketela makin sulit dicari karena kebun alih fungsi dan ketergantungan pada beras.

Bahkan beberapa media beberapa kali kecele menulis warga Nusa Penida dan Lembongan disebut krisis pangan karena makan olahan ketela. Menu utama dan pangan alternative, termasuk sangat kaya nutrisi.

Misalnya saja Bubuh Komak. Secara visual, terlihat tak terlalu menggoda. Warnanya putih kekuningan. Sangat pekat dengan potongan kecil sisa ketela yang belum hancur dan kacang komak.

Tapi aromanya enak. Wangi kemangi dan rempah. Saat suapan pertama, baru terasa gurih dan enaknya bubur dari ketela yang biasa disebut Lekutuh di Lembongan ini. Penjualnya, para perempuan kelompok wanita tani Giri Putri menjual dalam porsi sedang. Karena bubur ini mudah mengenyangkan.

“Sudah jarang dibuat karena kacang Komak makin susah dicari,” seru salah seorang perempuan yang sedang melayani pembeli. Sementara ketela masih bisa ditemukan ada di kebun rumah warga di dalam desa, agak jauh dari pesisir.

Karena bahannya ketela, bubur ini relative cepat dibuat. Pertama, rebus kacang Komak dalam wadah samai setengah matang. Lalu masukkan ketela yang dipotong dadu kecil-kecil. Setelah ubi agak hancur, dimasukkan bumbu genep yang ditumbuk kasar dan parutan kelapa bakar. Terakhir, ketika ketela sudah menjadi bubur, dicemplungkan kemangi untuk menambah aroma.

Bumbu genep terdiri dari dari bawang merah, putih, kencur, jahe, lengkuas, dan cabe. Jika ingin lebih tajam, ditambah merica.

Ketika tutup panci dibuka, aroma kemangi dan rempah menyeruak hidung. Sepiring kecil bubur Komak tentu membuat nagih.

Para perempuan wirausaha ini juga membuat dan menerima pesanan Nasi Lekutuh Campur. Nah ini terdiri dari nasi yang ditanak bersama ketela. Ditambah lauk terdiri dari secubit ikan panggang, serundeng (parutan kelapa dengan bumbu yang disangrai sebentar), dan kacang kecambah. Tambahannya kuah ikan. Sederhana sekali tapi nikmat.

batubelek atau devil's tears di lembongan

Jika ingin menikmati, bisa memesan di kelompok wanita tani Giri Putri ini karena mereka tak menjual tiap hari. Lokasi Nusa Penida Festival dipusatkan di tebing Batubelek. Turis asing menyebutnya Devil’s Tears. Bisa jadi karena ombak  menabrak-nabrak tebing tiap saat seperti tangisan menyayat.

Lalu menikmati Bubuh Komak dan Nasi Lekutuh ini sambil menunggu matahari terbenam. Sayangnya hanya terjadi saat festival.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *